Penanganan Corona
Kronologi Lima Guru SMPN 3 Jekulo Kudus Meninggal Terpapar Covid-19: Sempat Melayat di Purwokerto
Berdasarkan informasi Kepala Puskesmas Jekulo, Emy Ruyanah kronologis kejadian itu bermula pada pekan kedua bulan November ada beberapa guru yg sakit
Penulis: raka f pujangga | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Sedikitnya lima guru SMPN 3 Jekulo meninggal dunia terkonfirmasi positif Covid-19 dalam rentang waktu yang berdekatan.
Berdasarkan informasi Kepala Puskesmas Jekulo, Emy Ruyanah kronologis kejadian itu bermula pada pekan kedua bulan November, ada beberapa guru yg sakit.
Beberapa izin tidak masuk, ada yang masih masuk kerja lalu rebahan di perpustakaan atau tiduran saja.
Kadang ada yang kurang enak badan, datang ke sekolah untuk absen sebentar lalu pulang, datang lagi untuk absen siang.
Hingga pada hari Jumat (13/11/2020) terdapat kabar duka mertua salah satu guru meninggal di Purwokerto.
Jumat malam itu juga ada 10 guru dan 1 sopir berangkat takziyah dengan elf long kapasitas 22 orang.
Dalam perjalanan ada dua ibu yang meriang, demam dan pusing.
Pada Sabtu (14/11/2020) malam, rombongan sudah sampai Kudus kembali.
Ada beberapa guru yg ikut takziyah izin tidak masuk kerja karena sakit.
"Benar, dari guru di sana seperti itu kisahnya," jelas dia, Senin (7/12/2020) malam.
Setelah kejadian tersebut lima guru meninggal dan yang terakhir dalam kondisi hamil anak ke dua.
Camat Jekulo Wisnubroto Purnawarman Jayawardana meninggalnya guru yang hamil dan dirujuk ke RS Kariadi Semarang.
"Tambah satu guru lagi memang, meninggal hari Minggu sekitar pukul 17.53 di RS Kariadi Semarang," kata Wisnu.
Atas peristiwa itu, pihaknya telah menginstruksikan untuk menghentikan aktifitas di sekolah tersebut.
"Sudah sejak kasus awal, kami instruksikan untuk tidak ada aktifitas di sekolah," jelasnya. (raf)