Berita Video

Video Cerita Leluhur Sikep Bertemu Soekarno Bahas Seumur Bayam

Seumlah warga di Dukuh Karangpace, Klopoduwur, Banjarejo, Blora masih memegang teguh ajaran leluhur berupa laku Sikep atau sering disebut Samin

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: abduh imanulhaq

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Berikut ini video cerita leluhur Sikep bertemu Soekarno bahas seumur bayam.

Seumlah warga di Dukuh Karangpace, Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Blora masih memegang teguh ajaran leluhur berupa laku Sikep atau sering disebut Samin.

Ajaran ini secara keseluruhan adalah ajaran kebaikan kepada sesama dan harmonisasi terhadap alam.

Pendopo yang berdiri megah seolah menyambut siapa saja yang datang ke kampung Karangpace. 

Siapa saja yang datang pasti akan disambutnya dengan gembira dan ramah.

Terutama oleh sesepuh Sikep setempat, Mbah Lasiyo. Di sekitarnya berdiri rumah-rumah kayu yang menjadi tempat tinggal sejumlah penganut Sikep.

Kampung yang letaknya persis di samping hutan kini hanya tersisa sekitar 16 warga yang masih setia menjalani ajaran Sikep. 

“Seger waras,” begitu Mbah Lasiyo biasa menyapa setiap tamu yang datang.

Mata pencaharian para penganut Sikep adalah bertani atau beternak. Hal inilah yang kemudian menjadikan mereka untuk selalu selaras dengan alam, karena bagi mereka alam adalah kehidupan.

Ajaran ini hanya mengandalkan laku batin. Jadi, secara tertulis tidak ada aturan tertentu bagi penganutnya.

Hanya saja, para penganut Sikep ini sudah mafhum bahwa Sedulur Sikep memiliki Panca Sesanti Sikep Samin berupa seduluran atau persudaraan sesama manusia.

"Semua manusia itu saudara. Saudara dari Bopo Adam dan Ibu Hawa," ujar Mbah Lasiyo saat ditemui di kediamannya.

Kemudian sesanti selanjutnya yakni ora seneng memungsuhan atau tidak mau bermusuhan.

Sebab, hal ini dinilai merugikan antarkedua pihak yang saling bemusuhan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved