Biodata Iman Budhi Santosa Sastrawan Meninggal Dunia Hari Ini
Biodata Sastrawan Iman Budhi Santosa yang tutup usia hari ini, Kamis (10/12/2020). Penulis yang dikenal dengan sebutan IBS itu meninggal di kamar kos
Penulis: Ardianti WS | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM- Biodata Sastrawan Iman Budhi Santosa yang tutup usia hari ini, Kamis (10/12/2020).
Penulis yang dikenal dengan sebutan IBS itu meninggal di kamar kos daerah Dipowinatan, Kota Yogyakarta.
Iman Budhi Santosa meninggal karena penyakit jantung.
Iman Budhi Santosa dimakamkan di Makam Seniman Giri Sapto, Imogiri, Bantul.
Baca juga: Kesaksian Habib Rizieq Shihab Sebelum 6 Laksar FPI Tewas: Mobil Kami Dipepet, Dikejar Iring-iringan
Baca juga: Ustadz Yusuf Mansur Positif Covid-19: Mohon Doakan Saya
Baca juga: Bobby Jadi Wali Kota Medan, Kahiyang Ayu Bagikan Foto Terbaru Bersama Suami, Captionnya Singkat
Baca juga: Beda Nasib 7 Artis yang Ikut Pilkada Serentak 2020, Sahrul Gunawan, Lucky Hakim hingga Adly Fairuz
Imam Budhi Santosa lahir di Magetan, Jawa Timur, 28 Maret 1948.
IBS dididik dalam bidang pertanian namun mengembangkan kemampuan sastra dari usia muda.
Pada 1969, ia membantu pendirian Persada Studi Klub, kemudian menerbitkan sejumlah karya, yakni kumpulan puisi, novel, dan cerita pendek.
Puisinya dianggap memiliki pengaruh budaya Jawa yang kuat.
Latar belakang keluarga
Iman Budhi Santosa lahir pada 28 Maret 1948, pada hari Minggu Kliwon, sebagai anak tunggal dari pasangan Iman Sukandar dan Hartiyatim.
Keluarganya tinggal di Kauman, Magetan, Jawa Timur, sampai orang tua IBS bercerai ketika ia berusia 18 bulan.
IBS tinggal dengan ibunya dan kakeknya di Magetan.
Ia kemudian menganggap masa kecilnya kurang bahagia karena ibunya dan kakeknya yang berprofesi sebagai kepala sekolah menginginkan ia berfokus pada pembelajaran, ketimbang olahraga seperti anak-anak lainnya.
Akibatnya, ia menjadi terisolasi dari anak-anak seusianya.
pendidikan
IBS menyelesaikan sekolah dasar pada 1960.
pada waktu itu, ibunya menikah lagi dengan penulis berbahasa Jawa Any Asmara.
Keluarganya melanjutkan hidup di Magetan sampai setelah IBS menyelesaikan pendidikan sekolah menengah pertamanya.
Ketika mereka berpindah ke Yogyakarta ia belajar di sekolah vokal yang dijalankan oleh Yayasan Dana Pendidikan Perkebunan Muja-Muju, lulus pada 1968.
Kehidupan
IBS menikah pada Sri Maryati dari Purworejo pada September 1971.
Pasangan tersebut memiliki empat anak yakni Wisang Prangwadani, Pawang Surya Kencana, Risang Rahjati Prabowo, dan Ratnasari Devi Kundari.
Pada tahun 1978 IBS dan Sri Maryati berpisah.
Karya-karya
Tiga Bayangan (puisi antologi; 1970)
Ranjang Tiga Bunga (novel; 1975)
Bayang Kertapati (novel; 1976)
Dunia Semata Wayang (puisi; 1996)
Kalimantang (kumpulan cerita pendek; 2003)
Matahari-Matahari Kecil (puisi; 2004)
Perempuan Panggung (novel; 2007)
Ziara Tanah Jawa (puisi; 2013)
Sesanti Tedhak Siti (geguritan; 2015)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/biodata-iman-budhi-santosa-sastrawan-meninggal-dunia-hari-ini.jpg)