Senin, 8 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Kisah Tragis Sari Ibu Dua Anak Meninggal Usai Diserang Kucing Liar

Sebuah peristiwa memilukan terjadi di Kabupaten Jembrana, Bali. Seorang ibu rumah tangga bernama Ni Ketut Sari

Tayang:
Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
Pixabay
ILUSTRASI Kucing liar 

Ringkasan Berita:
  • Seorang ibu dua anak di Jembrana meninggal dunia setelah diduga terinfeksi rabies usai diserang kucing liar dan tidak menerima vaksin antirabies.
  • Gejala berat seperti takut air, takut angin, gelisah, dan sesak napas muncul sekitar satu bulan setelah kejadian.
  • Pemerintah setempat melakukan penelusuran, pemberian vaksin antirabies kepada keluarga, serta vaksinasi darurat terhadap hewan di sekitar lokasi.

 

TRIBUNJATENG.COM - Sebuah peristiwa memilukan terjadi di Kabupaten Jembrana, Bali. Seorang ibu rumah tangga bernama Ni Ketut Sari (38) meninggal dunia setelah diduga terinfeksi rabies usai mengalami serangan kucing liar sekitar satu bulan sebelumnya.

Korban yang merupakan ibu dari dua anak berusia sekolah itu sempat menjalani perawatan intensif di RSU Negara setelah mengalami gejala berat yang mengarah pada infeksi rabies.

Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan meski telah mendapat penanganan medis.

Kasus ini menjadi perhatian karena korban diketahui tidak sempat mendapatkan Vaksin Antirabies (VAR) setelah mengalami gigitan atau cakaran hewan yang diduga membawa virus rabies.

Baca juga: Kiai Pengasuh Padepokan Al Anfas Demak Tetap Cabuli Eks Santrinya Meski Korban Sudah Menikah

 

Berawal dari Serangan Kucing Liar Saat Menjemur Pakaian

Peristiwa yang diduga menjadi awal infeksi terjadi pada April 2026.

Saat itu, Ni Ketut Sari sedang menjemur pakaian di depan rumahnya.

Tiba-tiba seekor kucing liar yang tidak diketahui pemilik maupun asal-usulnya datang dan menyerang korban.

Serangan tersebut menyebabkan luka pada bagian betis kaki kanan korban akibat gigitan atau cakaran.

Karena luka yang dialami dianggap ringan, korban memilih tidak memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Ia hanya membersihkan luka secara mandiri menggunakan sabun dan air mengalir.

Korban juga tidak melaporkan kejadian tersebut kepada petugas kesehatan sehingga tidak memperoleh vaksin antirabies sebagai langkah pencegahan.

Situasi semakin menyulitkan proses investigasi karena hewan yang menyerang korban langsung dieliminasi warga tanpa pelaporan kepada instansi terkait.

Akibatnya, petugas tidak dapat melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap hewan tersebut untuk memastikan status rabies.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved