Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Sureni Sebut Ketinggian Gelombang di Laut Mencapai Empat Meter

Gelombang tinggi membuat nelayan di Tambak Lorok Kelurahan Tanjung Emas Kecamatan Semarang Utara tidak berani melaut.

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Rahdyan Trijoko Pamungkas
Para nelayan di Tambak Lorok tidak bisa melaut akibat gelombang. Para nelayan menjaga perahunya yang ditambatkan di demarga agar tidak saling bertabrakan. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gelombang tinggi membuat nelayan di Tambak Lorok Kelurahan Tanjung Emas Kecamatan Semarang Utara tidak berani melaut.

Para nelayan memilih  menjaga perahunya di dermaga agar tidak saling bertabrakan akibat ombak besar.

Sureni (55) diantara nelayan di Tambak Lorok yang sementara harus kehilangan mata pencahariannya karena tidak bisa melaut. Dirinya takut melaut karena ombak di lautan sangat tinggi.

"Saya takut karena ombaknya tinggi. Saya tidak berani melaut sejak hari Minggu (6/12) kemarin,"ujarnya, Kamis (10/12/2020).

Menurutnya, ombak dilautan mencapai ketinggian sekitar lima meter. Banyak perahu milik yang rusak akibat ombak besar.

"Perahu-perahu yang rusak rata warga sini yakni RT 1 RW 15, "tuturnya.

Dia, harus menganggur karena tidak ada pekerjaan lain selain nelayan. Sementara jika melaut dirinya bisa mendapatkan penghasilan Rp 100 ribu per hari.

"Saya sekarang ya libur melaut. Paling ya jaga perahu agar tidak saling bertabrakan,"tutur dia.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Nelayan Indonesia, Juminto mengatakan ada sekitar 300 nelayan di Tambak Lorok yang tidak bisa melaut akibat gelombang tinggi. Para nelayan tidak bisa melaut sejak hari Minggu (6/12) lalu.

"Mereka sekarang pada menganggur. Mereka pada menunggu kapalnya biar tidak bertabrakan,"ujar dia.

Dikatakannya, ketinggian gelombang bisa mencapai 4 meter. Sementara rata-rata para nelayan di lingkungan hanya menggunakan perahu atau kapal kecil.

"Kami hanya bisa bersabar untuk saat ini. Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Apalagi rumah nelayan juga ada yang hancur akibat diterjang ombak,"kata dia.

Ia mengatakan hingga saat belum ada bantuan masuk. Namun Pemerintah Kota  Semarang telah meninjau lokasi.

"Kami hanya bisa bersabar dan tidak tahu sampai kapan gelombang tinggi,"ujar dia 

Di sisi lain Kepala Stasiun Meteorologi Tanjung Emas , Retno Widyaningsih  mengatakan peringatan gelombang tinggi yang dikeluarkan BMKG diperpanjang hingga (13/12).

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved