Berita Semarang
Sureni Sebut Ketinggian Gelombang di Laut Mencapai Empat Meter
Gelombang tinggi membuat nelayan di Tambak Lorok Kelurahan Tanjung Emas Kecamatan Semarang Utara tidak berani melaut.
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gelombang tinggi membuat nelayan di Tambak Lorok Kelurahan Tanjung Emas Kecamatan Semarang Utara tidak berani melaut.
Para nelayan memilih menjaga perahunya di dermaga agar tidak saling bertabrakan akibat ombak besar.
Sureni (55) diantara nelayan di Tambak Lorok yang sementara harus kehilangan mata pencahariannya karena tidak bisa melaut. Dirinya takut melaut karena ombak di lautan sangat tinggi.
"Saya takut karena ombaknya tinggi. Saya tidak berani melaut sejak hari Minggu (6/12) kemarin,"ujarnya, Kamis (10/12/2020).
Menurutnya, ombak dilautan mencapai ketinggian sekitar lima meter. Banyak perahu milik yang rusak akibat ombak besar.
"Perahu-perahu yang rusak rata warga sini yakni RT 1 RW 15, "tuturnya.
Dia, harus menganggur karena tidak ada pekerjaan lain selain nelayan. Sementara jika melaut dirinya bisa mendapatkan penghasilan Rp 100 ribu per hari.
"Saya sekarang ya libur melaut. Paling ya jaga perahu agar tidak saling bertabrakan,"tutur dia.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Nelayan Indonesia, Juminto mengatakan ada sekitar 300 nelayan di Tambak Lorok yang tidak bisa melaut akibat gelombang tinggi. Para nelayan tidak bisa melaut sejak hari Minggu (6/12) lalu.
"Mereka sekarang pada menganggur. Mereka pada menunggu kapalnya biar tidak bertabrakan,"ujar dia.
Dikatakannya, ketinggian gelombang bisa mencapai 4 meter. Sementara rata-rata para nelayan di lingkungan hanya menggunakan perahu atau kapal kecil.
"Kami hanya bisa bersabar untuk saat ini. Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Apalagi rumah nelayan juga ada yang hancur akibat diterjang ombak,"kata dia.
Ia mengatakan hingga saat belum ada bantuan masuk. Namun Pemerintah Kota Semarang telah meninjau lokasi.
"Kami hanya bisa bersabar dan tidak tahu sampai kapan gelombang tinggi,"ujar dia
Di sisi lain Kepala Stasiun Meteorologi Tanjung Emas , Retno Widyaningsih mengatakan peringatan gelombang tinggi yang dikeluarkan BMKG diperpanjang hingga (13/12).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/jaga-perahu.jpg)