Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Soroti Praktik HAM di Indonesia, Haris Azhar: Sangat Menyedihkan

Direktur Lokataru, Haris Azhar menyoroti kehidupan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia.Hal itu dikatakan Haris Azhar di akun Youtube Refly Harun

Penulis: Ardianti WS | Editor: abduh imanulhaq
KOMPAS.com/Devina Halim
Soroti Praktik Hak Asasi Manusia di Indonesia, Haris Azhar: Sangat Menyedihkan 

TRIBUNJATENG.COM- Direktur Lokataru, Haris Azhar menyoroti kehidupan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia.

Hal itu dikatakan Haris Azhar di akun Youtube Refly Harun yang tayang pada Jumat (11/12/2020).

Mulanya, Refly Harun menyoroti hak kebebasan berpendapat di Indonesia yang kini mulai terbatasi dengan adanya UU ITE.

"HAM di Indosia yang telah tertulis di konstitusi bahkan di Internasional, kalah dengan UU ITE," ujar Refly Harun.

Baca juga: Viral Rombongan Gubernur Aniaya Tendang dan Pukul Pengendara di Jalan Raya Jakarta, Ini Faktanya

Baca juga: Peruntungan Shio Besok Sabtu 12  Desember 2020

Baca juga: Kondisi Rizieq Shihab Setelah Ditetapkan Tersangka, Polisi Sebut Tak Ada Panggilan Ketiga

Baca juga: Wali Kota Solo Jelaskan Kriteria Pemudik yang Dikarantina, Berikut 5 Faktanya

Menimpali pernyataan Refly Harun, Haris Azhar menilai fenomena tersebut sangat menyedihkan.

"Ini Sangat menyedihkan, demokrasi bukan absolut, demokrasi dalam konteks keninian bukan merupakan definisi satu pihak," ujarnya.

Haris Azhar mengatakan dirinya pernah dilaporkan UU ITE.

Haris Azhar mengatakan kebebasan berpendapat berada dalam satu aspek kebebasan berekspresi.

"Kebebasan berpendapat itu rumahnya di ekspresi dan eskpresi itu ada dalam diri manusia," ujarnya.

Haris Azhar meyoroti penggunaan UU ITE pasal 27 dan 28.

"Kita harus menguji dalam sebuah kasus, bagian mana yang salah, di bagian mana yang merugikan, kasus apa yang membuat negara harus turun tangan," ujarnya.

Haris Azhar menyoroti oknum yang menyebut tidak pantas menghina presiden.

"Ada yang menyebut tidak pantas menghina presiden, padahal presiden itu kan jabatan publik, kok jadi manusia setengah dewa," ujarnya.

Haris Azhar menilai UU ITE ini akhirnya membuat sebuah kelompok melakukan represi kepada kelompok lain yang tidak disukai.

"Itu situasi hari ini, UU ITE ini jadi alat represi," ujarnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved