Breaking News:

Pilwakot Semarang 2020

Pleno KPU Kota Semarang, Hendi-Ita Dinyatakan Unggul Telak 91,56 Persen

Pasangan petahana Hendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu (Hendi-Ita) dinyatakan unggul dalam kontestasi Pilwakot Semarang 2020.

TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
KPU Kota Semarang menggelar rapat pleno tingkat kota di Hotel Patra Semarang, Rabu (16/12/2020) mulai pukul 14.00. Rapat pleno berlangsung selama 9 jam. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pasangan petahana Hendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu (Hendi-Ita) dinyatakan unggul dalam kontestasi Pilwakot Semarang 2020.

Hal itu diketahui usai Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menggelar rapat pleno tingkat kota yang berlangsung selama sembilan jam, di Hotel Patra Semarang, Rabu (16/12/2020).

Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom menyatakan, pasangan Hendi-Ita memperoleh 716.693 suara. Sedangkan kolom kosong memperoleh 66.071 suara. Setelah dikalkulasi, Hendi-Ita mendapat suara 91,56 persen, sementara kolom kosong mendapat suara 8,44 persen.

"Itu hasil rekap 16 kecamatan. Dinyatakan, paslon dapat perolehan 91,56 persen. Kolom kosong dapat 8,44 persen," tutur Nanda, sapaannya, Rabu malam.

Nanda menyampaikan, dari total 1.174.068 daftar pemilih tetap (DPT), sebanyak 805.524 pemilih menggunakan hak pilihnya pada pesta demokrasi Pilwakot Semarang 2020. Rinciannya, 782.764 suara sah dan 22.760 suara tidak sah.

"Ada yang rusak, ada yang dibolongi, ada yang dicobloa dua-duanya," sebutnya.

Selanjutnya, KPU akan menunggu 3x24 jam atau maksimal lima hari kerja hingga terbitnya buku register perkara konstitusi (BPRK) dari Mahkamah Konstitusi (MK). Apabila tidak ada sengketa yang tercatat dalam BPRK, maka dapat dilakukan penetapan calon.

Terkait dengan partisipasi, Nanda mengungkapkan partisipasi pemilih pada Pilwakot Semarang 2020 mencapai 68,62 persen. Menurutnya, partisipasi pesta demokrasi kali ini paling tinggi dalam sejarah pemilihan wali kota dan wakil wali kota Semarang. Dia merinci, partisipasi pemilih hanya 66 persen pada 2005, 60 persen pada 2010, dan 65 persen pada 2015.

"Penghitungannya kami berpatokan pada penghitungan lama. Jumlah surat suara yang digunakan dibagi dengan DPT kemudian dikali 100 persen," jelasnya.

Menurutnya, kondisi pandemi Covid-19 tidak berpengaruh pada tingkat partisipasi. Terbukti, tingkat partisipasi justru naik dibanding gelaran pilwakot sebelum-sebelumnya. Meski demikian, partisipasi tersebut masih dibawah target nasional.

"Memang masih di bawah target, tapi kita bisa pilkada di tengah pandemi Covid-19 dengan satu pasangan calon berjalan dengan baik itu sudah luar biasa," ungkapnya. (eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved