Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Temanggung

97 Persen Pelaku Usaha Perikanan di Temanggung Terdampak Pandemi Covid-19

Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispertan) Kabupaten Temanggung mencatat sebanyak 97 persen pelaku usaha budidaya ikan terdampak pandemi Covid-19.

Penulis: Saiful Ma sum | Editor: muh radlis
IST
Seorang warga Temanggung memilah ikan budidaya untuk ditempatkan di kolam yang berbeda sesuai ukuran baru-baru ini. 

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispertan) Kabupaten Temanggung mencatat sebanyak 97 persen pelaku usaha budidaya ikan terdampak pandemi Covid-19.

Dari total pendataan Dinas, ada 25.608 orang yang terbagi dalam beberapa kelompok menggantungkan kehidupan keluarganya pada usaha budidaya ikan.

Karena terdanpak pandemi Covid-19, Kepala Dispertan Temanggung, Slamet Saryono mengatakan, banyak kolam ikan yang dikosongkan lantaran tak mampu memenuhi kebutuhan perawatan, termasuk biaya pembelian pakan ikan.

Baca juga: Isi Surat Wasiat Pria Gantung Diri dalam Sumur Kering: Bacakan Yasin di Atas Kepalaku

Baca juga: Rudy Bela Gibran, Dana Kampanye Pilkada Solo 2020 Bukan dari Korupsi Bansos Juliari: Itu Urunan Kita

Baca juga: Ganjar Kontak Yoyok Soal Karangan Bunga: Kalau Belum Bikin Surat Permohonan Jangan Ngomong Dulu

Baca juga: Anggota DPR Ini Sebut Siswi SMP di Kota Depok 70 Persen Sudah Tak Perawan: Ini Sangat Menyedihkan

"Untuk beli bahan pakan ikan butuh modal yang banyak. Akibat pandemi banyak yang kesulitan ekonomi, ditambah menurunnya permintaan pasar, mereka pelaku usaha mengurangi jumlah ikannya. Sehingga banyak kolam yang kosong," terangnya di Temanggung, Senin (21/12/2020).

Slamet mengatakan, menurunnya jumlah produksi mengakibatkan kurangnya pasokan ikan untuk kebutuhan masyarakat Temanggung. Secara matematis, kiebutuhan konsumsi ikan masyarakat Temanggung setidaknya mencapai 16.600 ton per tahun. Hanya saja, jumlah ikan yang bisa diproduksi para pelaku usaha ikan air tawar baru mencapai 12.500 ton per tahun.

Slamet menuturkan, dampak pandemi Covid-19 juga menggagalkan target peningkatan 10-20 persen produksi ikan di Temanggung pada 2020. Namun ia berharap, pada 2021 nanti, produksi ikan meningkat dengan adanya bantuan-bantuan yang diberikan pemerintah kabupaten kepada para kelompok usaha.

"Pemkab Temanggung telah berupaya membantu pelaku usaha perikanan agar tetap produksi. Ada bantuan sosial tunai Rp 1,2 miliar untuk 345 pelaku usaha perikanan. Dan juga ada bantuan sarana dan prasarana budidaya atau pengolahan ikan sebesar Rp 1,3 miliar. Seperti penyediaan induk ikan, benih ikan, pakan ikan, hingga peralatan penunjang," terangnya.

Menurut Slamet, sektor perikanan di Temanggung sangat berperan penting untuk keberlangsungan kesehatan masyarakat. Para pembudidaya ikan secara tidak langsung membantu penyediaan kebutuhan gizi masyarakat dari ikan. Sehingga daya tahan tubuh masyarakat bertambah dari protein daging ikan.

Guna bertahan di tengah pandemi Covid-19, kata Slamet, pelaku usaha perikanan pun terpaksa mengurangi jumlah produksi masing-masing. Bahkan ada juga yang terpaksa menghentikan perekonomian dari budidaya ikan air tawar guna menghindari kemungkinan terjadi kerugian besar.

"Ini tantangan kita bersama untuk segera bangkit bergerak, sehingga kebutuhan ikan di Temanggung memadahi. Tidak dipungkiri memang jika pemasukan terganggu, pengelolaan produksi ikan akan terhambat dan bagaimana budidaya ikan di Temanggung tetap berkelanjutan," harapnya. 

Masrik Amin Zuhdi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Temanggung menuturkan, Pemerintah akan selalu melakukan pendampingan terhadap pelaku budidaya ikan guna mendukung penyediaan protein sebagai bahan pangan standar kecukupan gizi.

Katanya, dengan potensi lahan yang besar, produksi ikan di Temanggung harus selalu dijaga agar stabil dan meningkat. Mengingat kualitas ikan yang dihasilkan di Temanggung cukup bagus dengan memanfaatkan sumber air pegunungan. 

Kata Masrik, dari potensi 12.500 hektare lahan kaya sumber air baku, baru tergarap 20 persennya untuk budi daya ikan air tawar. Jenisnya mulai dari ikan mas, ikan koi, lele, gurame, dan juga mujahir.

Ia berharap, masyarakat dapat memaksimalkan lahan yang ada untuk mengembangkan sektor budidaya perikanan di Temanggung.

"Soal pasar pasti dinamis, namun kebutuhan ikan ada.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved