Sabtu, 18 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Jembatan Bambu Senilai Rp 200 Juta Viral, Kepala DPUPR Ponorogo Beri Penjelasan

Jembatan bambu di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, viral di media sosial. Jembatan itu disebut-sebut menelan biaya dengan anggaran Rp 200 juta.

KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWI
JEMBATAN ANYAMAN BAMBU—Inilah jembatan anyaman bambu yang menghubungkan Desa Pandak dan Desa Bulak Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo. Jembatan itu menjadi viral lantaran terdapat papan proyek menyebutkan nilai pembangunannya hampir mencapai Rp 200 juta.(KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWI) 

TRIBUNJATENG.COM - Jembatan bambu di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, viral di media sosial.

Jembatan itu disebut-sebut menelan biaya dengan anggaran Rp 200 juta.

Jembatan itu menghubungkan Desa Bulak dan Desa Pandak, Kecamatan Balong.

Baca juga: Isi Surat Wasiat Pria Gantung Diri dalam Sumur Kering: Bacakan Yasin di Atas Kepalaku

Baca juga: Profesor Ini Bunuh Diri karena Mau Buktikan Kehidupan Akhirat, Seminggu Kemudian Ini yang Terjadi

Baca juga: Jambret Bikin Wajah Anak Kecil Terseret di Aspal, Polisi: Bapak Janji Tangkap yang Melukai Adek

Baca juga: Inilah Sosok Aher Suami Baru Elly Sugigi, Masih Berondong

Terkait dengan itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Ponorogo, Jamus Kunto pun angkat bicara.

Kata Jamus, awalnya ada usulan dari warga untuk memperbaiki jembatan tersebut.

Pasalnya, jembatan bambu itu posisinya rendah dan memicu banjir saat air sungai meluap.

Selain itu, hanya memiliki lebar 2 meter.

“Pembangunan jembatan itu merupakan aspirastif dari legeslatif desa setempat.

Pembangunan jembatan itu atas permintaan warga karena kondisi jembatan sudah lama,” kata Jamus yang dihubungi Kompas.com, Jumat (18/12/2020).

Usai menerima usulan itu, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) meminta DPUPR untuk menghitung anggarannya, setelah dihitung sekitar Rp 500 juta hingga Rp 600 juta.

Saat itu dana yang tersedia sekitar Rp 200 juta dan pihak desa menyetujuinya.

Anggaran itu kemudian digunakan untuk pembangunan pondasi jembatan bagian kanan dan kiri.

"Dananya dari Bapeda Rp 200 juta.

Ya sudah kita cukupkan di pondasi itu, 2021 kita tunggu alokasi anggaran baru kita lanjut," kata Jamus, dikutip dari KompasTV.

Setelah pondasi jembatan selesai dibangun, warga kemudian berinisiatif untuk membuat lantai jembatan dengan anyaman bambu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved