Berita Jateng
Tangis Gus Shidqi saat Dengar Soal Gus Yasin, Teringat Pesan Mbah Moen: Hati Ini Sakit Luar Biasa
Yang membuat kagum, Gus Yasin justru menenangkan pendukungnya agar tidak tersulut emosi
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muslimah
Pengakuan Gus Yasin
Seperti diketahui, Suharso Monoarfa terpilih menjadi Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) secara aklamasi pada Muktamar ke-IX di Makassar 18-20 Desember 2020.
Sebetulnya, ada calon ketua umum lain yang telah mendeklarasikan diri, yakni putra Mbah Kiai Maimoen Zubair, Taj Yasin Maimoen yang merupakan Wakil Gubernur Jawa Tengah.
Namun, dalam prosesnya di Muktamar, Gus Yasin, gagal masuk ke dalam daftar calon ketua umum.
Sehingga Suharso terpilih secara aklamasi.
Gus Yasin memberikan tanggapan gagalnya pencalonan dirinya melalui pesan tertulis yang dikirim dari Jakarta di sela-sela kegiatan dinasnya, Senin (21/12/2020).
"Banyak orang bertanya kenapa saya tidak jadi maju.
Pertama, sejak Sabtu (19/12/2020) siang setelah pandangan umum, mereka (panitia) mengumumkan aklamasi.
Karena sebelumnya, ada isu saya mundur," kata Gus Yasin.
Namun, ia menegaskan isu mundur dirinya dalam pencalonan ketua umum tidak benar.
Lalu, lanjutnya, pada rapat pembahasan tata tertib, sempat diskors untuk menunggu siapa saja yang akan maju untuk menjadi calon ketua umum.
Namun, dirinya tidak diberi informasi akan adanya skors untuk menunggu siapa saja yang akan mendaftar.
"Saya memang tidak tahu, sebab tidak ada yang kasih tahu (dari) muktamirin (peserta pemilik suara di Muktamar) maupun panitia.
Saya ada di Makassar akan tetapi tidak bisa ikut Muktamar kecuali hanya pembukaan Muktamar saja," ungkapnya.
Peserta Muktamar yang datang secara langsung merupakan pimpinan DPW di seluruh provinsi di Indonesia.