Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pendidikan

Kinerja Kemendikbud Dinilai Kurang Jadi Catatan Akhir Tahun Pendidikan 2020

Kemendikbud dinilai sangat kurang dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dimasa pandemi covid-19.

Penulis: - | Editor: moh anhar
Istimewa
Pembelajaran daring siswa Semarang Multinational School yang dilaksanakan selama pandemi covid-19. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dinilai sangat kurang dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dimasa pandemi covid-19.
Vox Populi Institute Indonesia bekerja sama dengan Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Indonesia memberikan nilai 58 kepada kinerja Kementerian yang dinaungi Mendikbud Nadiem Makarim.

“Kami memberikan nilai pada Kemendikbud dalam hal ini sangat kurang, yaitu 58,” ujar Koordinator P2G Satriawan Salim dalam diskusi Catatan Akhir Tahun Pendidikan 2020 P2G dan Vox Point, Minggu (27/12/2020).

Merangkum hasil diskusi, Satriawan Salim mengatakan, terdapat banyak kendala soal PJJ daring, apalagi luar jaringan (Luring). Menurutnya, sangat minim sentuhan atau intervensi kebijakan Kemdikbud, khususnya terhadap PJJ Luring.

Baca juga: Memutus Mata Rantai Covid-19, Dinkes Kota Semarang Telah Lakukan Tracing 90 Persen

Baca juga: Hattrick Aris Bawa Miks U35+ FC Taklukkan Tour FC

Baca juga: Inilah Sosok Khoirul Anam Remaja Magelang Viral Buat Spanduk Jasa Temani Malam Tahun Baru Rp 90 Ribu

“Hanya 12 persen guru dan siswa yang belajar melalui RRI, TVRI, dan TV Lokal,” kata Satriawan
Berdasarkan survei yang dilakukan P2G, kebijakan Kemdikbud belajar via saluran nasional tersebut belum merata dan belum menarik bagi guru dan siswa.

Adanya surat keputusan bersama (SKB) Empat Menteri jilid 3 soal PJJ terkesan ragu-ragu dan tidak tegas. Bahkan persoalan PJJ sejak Maret 2020 hingga saat ini relatif sama.
“Hampir tidak ada progress yang signifikan, berarti belum ada intervensi lintas kementerian yang leading sektornya adalah Kemendikbud,” kata Satriawan.

Berdasarkan sejumlah refleksi kebijakan pendidikan yang dilakukan Nadiem Makarim sebagai mendikbud di masa pandemi, Vox Populi Institute Indonesia dan P2G Indonesia memberikan nilai 75,2.
Hal tersebut merujuk rata-rata kriteria ketuntasan minimum (KKM) siswa yang biasa digunakan di sekolah.
“Nilai rata-rata kinerja mas menteri Nadiem Makarim tahun 2020 adalah 75,2,” kata Satriawan.

Satriawan mengatakan belum ada yang bisa dikatakan secara umum dibilang sangat baik dari kepemimpinan Nadiem di Kemendikbud secara umum.
Namun penilaian tersebut ditegaskannya merupakan bentuk objektivitas penilaian P2G untuk kemajuan pendidikan Indonesia ke depan.

“Ini bukan dilandasi kepada tendensi tertentu. Namun dalam rangka partisipasi dalam perbaikan pendidikan,” ujarnya.

Baca juga: Unwahas Angkat Potensi Kopi Jawa Tengah di Tengah Pandemi

Baca juga: Pria Tangerang Lempar Bom Molotov ke Masjid Al-Istiqomah, Jamaah Sholat Isya Berhamburan Keluar

Baca juga: Perampok Sadis Tembak Mati Sopir Truk Pengangkut Ayam Demi Uang Rp 60 Juta, Beraksi Tengah Malam

“P2G bukan organisasi publik yang pro atau kontra kepada reshuffle, tapi kami organisasi guru yang memberikan ruang kepada pemangku kebijakan dalam hal ini Kemendikbud untuk memperbaiki kinerjanya sehingga berpihak kepada pendidikan,” lanjutnya. (*)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved