Breaking News:

Penanganan Corona

Bubarkan Kerumunan, Pemkot Tegal Gunakan Damkar Semprotkan Disinfektan 

Wajah baru kawasan Jalan Pancasila Kota Tegal, mengundang banyak masyarakat untuk datang dan berkunjung. Mereka berbondong-bondong datang untuk meli

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: m nur huda

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Wajah baru kawasan Jalan Pancasila Kota Tegal, mengundang banyak masyarakat untuk datang dan berkunjung. 

Mereka berbondong-bondong datang untuk melihat keindahan Jalan Pancasila, Taman Pancasila, dan Gedung Birao Kota Tegal. 

Akibatnya, terjadi kerumunan masyarakat di kawasan tersebut.

Untuk membubarkan kerumunan tersebut, berbagai upaya dilakukan oleh Pemerintah Kota Tegal. 

Suasana Taman Pancasila Kota Tegal yang ditutup pagar seng untuk sementara waktu, Minggu (27/12/2020).
Suasana Taman Pancasila Kota Tegal yang ditutup pagar seng untuk sementara waktu, Minggu (27/12/2020). (Tribun Jateng/Fajar Bahruddin)

Satu di antaranya melakukan penyemprotan disinfektan dengan mobil petugas pemadam kebakaran. 

Wakil Wali Kota Tegal, Muhamad Jumadi mengatakan, penyemprotan menggunakan mobil damkar menjadi upaya untuk mencegah terjadinya kerumunan

Sekaligus mencegah potensi terjadinya penyebaran virus corona atau Covid-19. 

Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan disinfektan di sepanjang Jalan Pancasila Kota Tegal, Minggu (27/12/2020). 
Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan disinfektan di sepanjang Jalan Pancasila Kota Tegal, Minggu (27/12/2020).  (Tribun Jateng/Fajar Bahruddin)

Ia mengatakan, animo masyarakat begitu tinggi untuk datang ke kawasan Jalan Pancasila.

Sedangkan mereka masih kerap lalai dalam menerapkan protokol. 

"Jadi ini salah satu cara membubarkan masyarakat. Begitu disemprot, masyarakat langsung pergi dan minggir," kata Jumadi kepada tribunjateng.com, Minggu (27/12/2020). 

Selain itu, menurut Jumadi, pihaknya juga menutup sementara waktu Taman Pancasila dengan pagar seng. 

Tujuannya untuk mencegah kerumunan di masa pandemi Covid-19. 

Ia berharap masyarakat bisa sabar dan mengerti. 

Karena kebijakan ini untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19. 

"Mau tidak mau kita tutup dulu. Untuk menjaga keamanan, ketertiban dan menghindari kerumunan. Masyarakat harus sabar, jadi tolong dipahami," ungkapnya. (fba)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved