Breaking News:

Berita Wonogiri

Siti Wonogiri Tewas Dibacok Tetangga, Ayah Luka Kritis, Pelaku Bunuh Diri Gantung Kepala di Pohon

Pembacokan terjadi di Wonogiri. Satu orang tewas, sedangkan lainnya luka kritis. Korban adalah anak dan bapak.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: Daniel Ari Purnomo
tribunsolo.com
Warga menunjukkan lokasi pembacokan Siti di Wonogiri. 

TRIBUNJATENG.COM, WONOGIRI - Parlan (47) mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Lokasi gantung diri di kebun belakang rumahnya. 

Belakangan diketahui ternyata Parlan gantung diri seusai melakukan aksi pembacokan terhadap dua orang.

Baca juga: 4 Pemuda Solo Pagi-pagi Sudah Mabuk Ciu Dilaporkan Tetangga, Tak Bisa Lari Pas Didatangi Polisi

Baca juga: Suami Istri Rencanakan Pembunuhan 5 Anaknya Sengaja Bakar Rumah

Baca juga: Video Motif Asisten Rumah Tangga di Semarang Buang Bayi ke Tempat Sampah

Baca juga: 50 Persen Lapak Pedagang di Tempat Relokasi Pasar Pagi Kaliwungu Dibongkar

Tempat kejadiannya di Dusun Ngroto RT 3/1 Desa Ngroto Kecamatan Kismantoro Wonogiri.

Pembacokan itu terjadi di depan rumah korban, Siti Zulaikha pada Minggu (27/12/2020) malam.

Akibat kejadian itu Siti meninggal dunia lantaran luka parah pada bagian kepala.

Warga menunjukkan lokasi pembacokan Siti.

Sedangkan ayah korban Marno mengalami luka bacok pada kepala dengan 13 luka jahitan.

Saat ini Marno menjalani perawatan di rumah sakit daerah Slogohimo Wonogiri.

Kapolres Wonogiri, AKBP Christian Tobing menyampaikan, pasca aksi pembacokan, anggota lantas melakukan penyelidikan dan perburuan terhadap pelaku.

"Saat dilakukan perburuan pelaku oleh tim reskrim, didapati pelaku Yahmin alias Parlan sudah gantung diri di pohon belakang rumahnya," katanya, Senin (28/12/2020).

Lokasi gantung diri pelaku usai membunuh Siti di Wonogiri.

Ketuk Jendela

Dia menjelaskan, kejadian itu bermula saat ada seorang yang mengetuk jendela rumah korban.

Saat kejadian lingkungan rumah suasananya sepi.

Ayah korban, Marno lantas membuka pintu untuk menyambut tamu tersebut.

Setelah pintu dibuka, Siti Zulaikha yang saat itu berada di belakang ayahnya dan langsung menjerit.

"Siti Zulaikha menjerit karena ayahnya dibacok oleh pelaku.

Setelah mendengar jeritan Siti Zulaikha, pelaku ganti menyerang korban.

Siti Zulaikha diseret ke halaman rumah.

Korban dilukai hingga akhirnya meninggal dunia.

Melihat kejadian itu, ibu korban teriak minta tolong dan pelaku langsung kabur," jelasnya.

Lebih lanjut, ayah korban sempat kritis seusai menjadi korban pembacokan.

Namun saat ini kondisinya sudah berangsur pulih dan sadar sehingga dapat memberikan keterangan.

Pelaku diketahui merupakan tetangga korban.

Kasatreskrim Polres Wonogiri mengungkapkan, motif kasus itu ditengarahi karena hubungan asmara.

Fakta Baru

Korban bekerja di perusahaan Sarang Walet di Kecamatan Purwantoro.

Sedangkan pelaku bekerja sebagai PNS. 

Dari keterangan pihak keluarga, korban telah mempunyai suami yang saat ini merantau di Jakarta, dan seorang anak yang duduk di bangku SMP. 

Ibu Korban, Narni tidak mengetahui pasti motif dibalik peristiwa pembunuhan itu. 

"Kalau dengan pelaku kami kenal, dia bukan keluarga, cuma kenal saja," ucapnya. 

Kasatreskrim Polres Wonogiri, Iptu Gala Rimba Doa Sirang.
Kasatreskrim Polres Wonogiri, Iptu Gala Rimba Doa Sirang. (Istimewa)

Sebelum pelaku mendatangi rumahnya, Narni mengatakan, anaknya dan pelaku sempat cek-cok melalui telpon. 

"Pelaku dan korban sempat telpon-telpon, hingga anak saya memblokir nomor pelaku," terangnya. 

Hingga akhirnya, pelaku mendatangi rumah korban dengan membawa pisau dan arit.

Pelaku kemudian membacok ayah korban hingga luka parah, lalu menghabisi nyawa korban. 

Korban ditemukan tewas di halaman depan rumahnya.

Sementara keesokan paginya, pelaku ditemukan tewas menggantung diri di kebun milik warga.

DISCLAIMER: Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.

Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.

Berbagai saluran telah tersedia bagi pembaca untuk menghindari tindakan bunuh diri.

Bisa menghubungi RSJ Amino Gondohutomo Semarang telp (024) 6722565 atau RSJ Prof Dr Soerojo Magelang telp (0293) 363601.

Baca juga: Pemkab Karanganyar Akan Berikan Kredit Tanpa Bunga Bagi Kelompok Usaha

Baca juga: Empat Pegawai Disdagnakerkop UKM Karanganyar Dijadwalkan Swab Besok

Baca juga: Ganjar Sebut 55 Desa di Cilacap Rawan Terdampak Tsunami, Siapkan Desa Tangguh Bencana

Baca juga: Piala Dunia U-20 2021 Ditunda, Wali Kota Solo: Boleh Kecewa tapi Jangan Lakukan Hal Ini

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved