Berita Viral
Viral Foto Kalender Lawas 1971 Sama Persis dengan 2021
Viral di dunia maya tentang kalender 2021 yang sama persis dengan tanggalan pada 1971.
Penulis: non | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM - Viral di dunia maya tentang kalender 2021 yang sama persis dengan tanggalan pada 1971.
Kalender 1971 mendadak menjadi buah bibir netizen seusai beredarnya foto kalender Januari 2021 dan 1971 bersebelahan.
Dalam foto tersebut ternyata penanggalan bulan pertama tahun ini dan 1971 sama persis.
Awalnya foto kalender lawas tersebut dibagikan oleh fotografer senior Arbain Rambey melalui akun Twitter @arbainrambey pada tahun baru kemarin.
Baca juga: Gading Marten Komentari Postingan Anya Geraldine, Netizen: Pepet Terus Bos
Baca juga: Christian Sugiono Kenang Titi Kamal Pernah Minta Putus 100 Kali
Baca juga: Debut Jeremy Thomas Jadi Pemain Sinetron Dibayar Rp 200 Ribu
Baca juga: Cara Blokir Kontak WA WhatsApp Tanpa Diketahui
Dirinya menuliskan cuitan jika tahun ini dapat berhemat dengan menggunakan kalender lawas 1971.
“Kalender 1971 bisa dipakek lagi….persis…..hematttt,” tulis Arbain, Jumat (1/1/2021).
Foto tersebut memang memperlihatkan kalender 1971 dan 2021 sama layaknya hasil foto kopi.
Tanggal 1 Januari 1971 jatuh pada hari Jumat yang sama seperti 2021 tahun ini.
Adapun tanggal 31 Desember 1971 dan tahun ini, 2021 akan sama-sama jatuh di hari Jumat.
Cuitan itu pun langsung mendapat respon, seorang netizen membalas cuitan Arbain dengan data kalender yang bisa dipakai menggantikan kalender tahun 2021.
Di antara kalender yang bisa dipakai adalah tahun 2010, 1999, 1993, 1982, 1971, 1965, 1954, 1943, 1937 dan 1926.
Cuitan tersebut pun di-retweet oleh Arbain Rambey yang kemudian kembali mengunggah kalender 1993.
"Sama," tulisnya dan mengunggah foto kalender 1971 dan 1993.
Ternyata kesamaan tersebut disebabkan karena penanggalan Gregorian.
Kalender Gregorian adalah sistem penanggalan digunakan dan berlaku secara internasional.
Kalender Gregorian terbagi menjadi dua yakni tahun biasa yang terdiri dari 365 hari.
Serta tahun kabisat yang secara total berjumlah 366 hari dan akan berulang 4 tahun sekali.
Dalam sistem Kalender Gregorian, hanya terdapat 14 pola kalender.
Dengan pola tahun baru yang dimulai dari Minggu hingga Sabtu, baik di tahun kabisat maupun bukan tahun kabisat.
Faktanya setiap kalender akan mengalami siklus berulang dengan jeda minimal 6 tahun dan jeda maksimum 40 tahun.
Semua 14 pola tersebut terjadi setidaknya sekali dalam rentang minimal 25 tahun.
Misalnya 2000 dan 2024, serta rentang maksimum 40 tahun seperti 1889 dan 1928.
Namun demikian, kalender 1971 tetap tidak bisa dijadikan patokan sepanjang 2021.
Karena adanya perbedaan dalam penentuan hari libur maupun cuti bersama.
Pasalnya tanggal merah tidak mengacu kepada Gregorian, penentuan hari libur mengacu pada masing-masing negara.
Tahun Baru Masyarakat Mesopotamia
Berbeda dengan Indonesia dan dunia pada umumnya, perayaan tahun baru masyarakat Mesopotamia justru jatuh pada bulan Maret.
Masyarakat yang hidup di tepian sungai Efrat dan Tigris, Iraq ini merayakan pergantian tahun setiap tanggal 20 atau 21 atau 22 Maret.
Tahun baru Mesopotamia dirayakan tepat saat matahari berada di atas khatulistiwa.
Perbedaan tersebut terjadi karena masyarakat Mesopotamia tidak memperhitungkan seperempat hari yang tersisa dalam satu tahun.
Dilansir dari Time.com, pada 46 Sebelum Masehi, Seorang Kaisar Roma bernama Julius Caesar memutuskan untuk mengganti penanggalan.
Dalam mendesain kalender baru tersebut, Julius Caesar dibantu oleh ahli astronomi dari Iskandariyah bernama Sosigenes.
Julius menggunakan revolusi matahari sebagai acuan dalam membuat penanggalan, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang Mesir Kuno.
Satu tahun dalam penanggalan Julius Caesar dihitung sebanyak 365 1/4 hari atau 365,25 hari.
Sedangkan masyarakat Mesopotamia tidak menghitung kelebihan seperempat hari tersebut.
Dalam kurun 268 tahun, terdapat perbedaan hari, sehingga tahun baru antara masyarakat Mesopotamia berbeda 67 hari dengan penanggalan baru yang dibuat Julius Caesar.
Julius Caesar mengurangi 67 hari dari tahun baru Mesopotamia, sehingga mulai 45 SM pergantian tahun dimulai pada 1 Januari.
Julius Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun sekali, satu hari ditambahkan pada bulan Februari.
Hal itu untuk menghindari penyimpangan dari seperempat hari dalam setiap tahunnya yang sekarang dikenal dengan tahun kabisat. (tribunjateng/non)
Baca juga: Kartu ATM Tertelan lalu Hubungi Call Center, Rekening Rp 45 Juta Warga Banjarnegara Langsung Ludes
Baca juga: BREAKING NEWS: Kecelakaan Sedan Altis vs Audi di Tol Semarang, Mobil Terbalik Lalu Berputar
Baca juga: 5 Kapal Asing Asal Malaysia & Vietnam Curi Ikan Ditenggelamkan, Lambung Diisi Pasir Lalu Dicor
Baca juga: Baru Masuk Langsung Pingsan, Seperti Ini Ngerinya Penjara bagi Pelanggar Aturan Covid di Korea Utara
TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kalender-2018-sama-dengan-tahun-1979_20180106_162545.jpg)