Breaking News:

Berita Banyumas

Harga Kedelai Impor Meroket, Perajin Tahu di Purwokerto Memilih Menaikkan Harga

Kenaikan harga kedelai impor berimbas pada produsen tahu di Purwokerto yang memilih menaikan harga jualnya

TribunJateng.com/Permata Putra Sejati
Pengrajin tahu di Kaliputih, Kelurahan Purwokerto Wetan, Purwokerto Timur, saat sedang memproduksi tahu pada Senin (4/1/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Kenaikan harga kedelai impor berimbas pada produsen tahu di Purwokerto yang memilih menaikan harga jualnya.

Salah satunya yang dikeluhkan oleh salah satu pengrajin tahu di Kaliputih, Kelurahan Purwokerto Wetan, Purwokerto Timur, Teguh Setianto yang memilih menaikan harga jual tahunya.

"Jelas karena ada kenaikan harga bahan bakunya.

Naiknya signifikan terus sejak menjelang natal mulai dari Rp 6.500 hingga sekarang Rp 10 ribu," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (4/1/2021).

Karena kenaikan harga kedelai itulah berimbas pada kenaikan harga tahu sesuai dengan ukurannya.

"Kenaikannya beda-beda ada yang dari Rp 200 jadi Rp 250, kemudian ada Rp 300 jadi Rp 350, lalu yang Rp 500 jadi Rp 600 dan yang Rp 800 jadi Rp 1.000," terangnya.

Teguh Setianto adalah generasi kedua dari keluarganya yang memproduksi tahu di Purwokerto sejak 1968.

Dia biasanya mendapatkan pasokan bahan baku dari Cilacap dan kedelai yang digunakan adalah kedelai impor dari Amerika.

Menurutnya sejak ada kenaikan harga kedelai dan harga tahu, ada beberapa pelanggannya yang tidak ambil padanya lagi.

Namun demikian, hal itu bukan hanya dirasakannya saja, tetapi dirasakan pula oleh pengrajin tahu lainnya.

Halaman
12
Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved