Rabu, 6 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Sragen

4 Hari Berlalu, Identitas Mayat Perempuan di Bengawan Solo Masih Misterius

Polisi belum bisa memastikan identitas sosok mayat perempuan di Bengawan Solo, wilayah Kabupaten Sragen.

Tayang:
Istimewa
Proses evakuasi mayat tanpa identitas di aliran Sungai Bengawan Solo Dukuh Payungan RT 30, Desa Kedungupit, Kecamatan Sragen, Sabtu (2/1/2021) 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Polisi belum bisa memastikan identitas sosok mayat perempuan di Bengawan Solo, wilayah Kabupaten Sragen.

Mayat perempuan misterius itu ditemukan dalam kondisi mengapung di sungai, pada Sabtu (2/1/2021).

Lokasi penemuan tepatnya di Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan.

Baca juga: Inilah Top 13 Indonesian Idol 2021 Lolos Babak Spekta 1

Baca juga: Mbah Margono Solo Hilang, Tetangga Dengar Suara Rintihan, Ternyata Terjepit di Sela Rumah

Baca juga: Kecelakaan di Tol Tembalang Semarang, Nofa Tewas Tergencet Bodi Mobil

Baca juga: Jangan Mau Masuk Terminal Terboyo Semarang Lagi, Banyak Preman dan Calo Tiket: Pakai Terminal Resmi

Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi menjelaskan hingga kini belum ada laporan warga hilang. 

"Kami berharap warga yang kehilangan anggota keluarganya, khususnya berkelamin perempuan, agar menghubungi kami," ujar dia, Selasa (5/1/2021).

Ciri mayat meliputi:

  1. tinggi badan sekitar 165 cm
  2. usia sekitar 50 tahun
  3. baju batik cokelat
  4. rok putih keabu-abuan

Kini, sambung AKBP Ardi, mayat tersebut masih dalam proses autopsi. 

Proses autopsi tetap dilakukan meski secara kasat mata tak ditemukan adanya tanda penganiayaan.

Sebelumnya diberitakan, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan di aliran Sungai Bengawan Solo Dukuh Payungan RT 30, Desa Kedungupit, Kecamatan Sragen.

Jenazah ditemukan oleh tim gabungan relawan wilayah Mantingan, Ngawi, Sabtu (2/1/2021) petang setelah mendapatkan laporan dari Pusdalops BPBD Sragen.

Setelah korban ditemukan di titik tersebut, tim PMI Sragen dan Puskesmas Sambungmacan 2 menuju lokasi guna melakukan assessment dan membantu evakuasi korban.

Menggunakan ambulans rescue medic Alfa 02 PMI Sragen lengkap dengan memakai APD level 1 dan 3 sesuai protokol kesehatan masa pandemi Covid-19, tim melakukan evakuasi.

Berkoordinasi dengan petugas Instalasi Forensik RSUD dr. Soehadi Prijonegoro, Sragen korban langsung dilarikan ke kamar jenazah.

"Korban di evakuasi oleh tim Alfa 02 menuju ke Instalasi Forensik RSUD dr. Soehadi Prijonegoro, Sragen untuk penanganan identifikasi lebih lanjut," kata Ketua PMI Sragen Ismail Joko Sutresno.

Korban ditemukan mengenakan celana jeans berwarna biru, baju batik.

Tinggi korban kurang lebih 165 centimeter.

Joko melanjutkan korban diperkirakan sudah meninggal dunia kurang lebih 4 hari.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada pihak keluarga yang mencari keberadaan korban.

"Tidak lupa setelah selesai melakukan respon petugas dan ambulans di desinfeksi dan sterilisasi guna mencegah penularan dan penyebaran virus Covid-19," lanjut dia.

Evakuasi korban dibantu oleh tim BPBD Kabupaten Ngawi,TNI-POLRI, perangkat Desa Banaran,SAR HIMALAWU, Tagana Sragen, SAR Poldes, MDMC, RAPI, Relawan Ganefo, SAR Elpeje, SAR GMR Ngawi.

Juga dari FKPPI, SAR Semut Ireng, SAR Sikatan Ngawi, LPBI NU Sragen, Banser Sragen,SAR MTA Ngawi, Relawan Srageng, Relawan Ngawi serta warga sekitar.

(*)

Baca juga: Film Animasi Karya Pelajar SMK Raden Umar Said Kudus‎ Masuk Nominasi Festival Internasional

Baca juga: Herjunot Ali Kapok Pacaran: I Think Its Stupid

Baca juga: Hari Amal Bakti ke-75, Kemenag Sragen Fokus Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19

Baca juga: Gus Cholil Terdakwa Pembunuhan Sadis di Banyuanyar Solo Divonis Penjara Seumur Hidup

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved