Berita Solo
Kisah Koptu Janu TNI Pecinta Reptil, Kini Penggerak Relawan Penyelamat Hewan Exalos Indonesia
Kisah anggota TNI Koptu Janu Wahyu Widodo menjadi relawan penyelamat hewan dan lingkungan bareng Exalos Indonesia.
Kisah anggota TNI Koptu Janu Wahyu Widodo menjadi relawan penyelamat hewan dan lingkungan bareng Exalos Indonesia.
TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Bemula dari hobi, Kopral Satu Janu Wahyu Widodo, seorang anggota Brigif 6 Kostrad kini aktif dalam aktivitas penyelamatan hewan, khususnya ular dan reptil.
Aktivitas itu dilakukannya di tengah-tengah kegiatan militernya.
Exalos Indonesia menjadi wadah Janu untuk menyalurkan aktivitas penyelamatan hewan.
Baca juga: Kecelakaan di Tol Tembalang Semarang, Nofa Tewas Tergencet Bodi Mobil
Baca juga: Mbah Margono Solo Hilang, Tetangga Dengar Suara Rintihan, Ternyata Terjepit di Sela Rumah
Baca juga: Ganjar Coba Pakai GeNose C19 Pendeteksi Corona Karya UGM, Hasilnya Negatif, Cukup 3 Menit
Baca juga: Chaca Sherly Eks Trio Macan Meninggal Dunia, Kepala Luka Parah, Kecelakaan Beruntun Tol Ungaran
"Dulu mulanya adalah hobi, namun semakin bertambah usia saya berpikir kalau kecintaan saya pada reptil hanya sebatas hobi tentulah tidak berkembang maka bergabunglah saya dengan komunitas," kata Janu kepada TribunSolo.com, Senin (4/1/2021).
Awalnya, Exalos Indonesia hanya sekedar komunitas penghobi reptil.
Gambaran itu langsung diubah Janu, dan membuat Exalos Indonesia menjadi komunitas relawan penyelamat hewan dan lingkungan.
"Dulu yang cakupannya hanya sekitar Solo Raya kini saya ubah menjadi se Indonesia," ungkapnya.
Adapun saat ini sudah ada 250 anggota dengan persebaran wilayah keanggotaan di 16 kota dan provinsi yang tersebar di Jawa, Sumatra dan Bali.
"Jumlah tersebut ada dari berbagai macam latar belakang, seperti saya yang aktif di militer hingga guru di sekolah," terangnya.
Pria kelahiran Bandung, 13 Januari 1985 itu kini menjabat sebagai Ketua Exalos Indonesia.
Janu sering mendapat pesan dari relawan maupun warga yang berkonsultasi padanya mengenai permasalahan reptil, terutama di musim penghujan saat ini.
"Yang berkonsultasi pada saya itu dari warga yang rumahnya kemasukkan ular hingga Tim SAR yang masih awam apabila bertemu dengan ular," jelasnya.
Ular-ular hasil tangkapnnya dari rumah warga tersebut, nantinya akan dilepasliarkan kembali ke habitat asalnya.
"Kami berkomitmen untuk mengembalikan ular ke habitat asalnya yang jauh dari manusia, dekat dengan makanannya dan juga dia memiliki pemangsa agar ekosistem alam terjaga," imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/koptu-janu-exalos-indonesia.jpg)