Breaking News:

Liga 1

Madura United bubar, GM PSIS Semarang: Kami Tak Bisa Seperti Mereka

Penundaan kompetisi Liga 1 2020 membuat hampir seluruh klub mengalami masalah finansial.

TRIBUN JATENG/FRANCISKUS ARIEL
GM PSIS Semarang Wahyu "Liluk" Winarto (TRIBUNJATENG.COM/FRANCISKUS ARIEL) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penundaan kompetisi Liga 1 2020 yang saat ini belum menemui titik terang soal kelanjutannya membuat hampir seluruh klub mengalami masalah finansial. Bahkan ada tim yang memutuskan msmbubarkan tim sementara waktu.

Di sisi lain, dampak dari pwnundaan kompetisi Liga 1 2020 juga membuat sejumlah pemain asing yang memperkuat klub Liga 1 memutuskan hengkang.

Soal dampak penundaan kompetisi terhadap klub, yang terbaru adalah tim Madura United memutuskan untuk membubarkan tim.

Per Januari 2021 Madura United sudah tidak lagi membayar hak gaji pemain. Para penggawa Laskar Sapeh Kerap juga dipersilahkan mencari klub baru.

Menanggapi bubarnya Madura United, General Manager PSIS, Wahyu "Liluk" Winarto menilai hal itu merupakan langkah yang wajar mengingat federasi dalam hal ini PSSI dan juga operator kompetisi, PT. Liga Indonesia Baru (LIB) belum juga memberi kepastian soal kepastian lanjutan kompetisi.

Muncul wacana kompetisi Liga 1 2020 akan dilanjutkan di bulan Februari mendatang namun sampai saat ini belum ada kejelasan lebih lanjut.

"Ya memang itu sih, pendapat saya normal. Artinya yang saya sering bicara bahwa klub ini butuh kepastian. Apalagi hampir semua klub mengontrak pemain sampai Desember 2020. Bahkan setelah lewat Desember saja belum ada kepastian. Mau kapan liga mulai," kata Liluk kepada Tribun Jateng, Selasa (5/1/2020).

Tak ada kejelasan kompetisi dan klub tetap harus membayar hak gaji pemain menjadi masalah tersendiri. Kondisi finansial tim disebut sudah mengalami kehancuran karena mandeknya kompetisi.

"Klub sekarang sudah berdarah-darah. Kalau sampai sekarang saja belum ada kepastian terus klub mau berbuat apa ke pemain," kata Liluk.

"Memang salah satu langkah  ya bubar itu. Kalau tidak dia makin terpuruk," katanya.

Bagi tim PSIS, Liluk mengatakan pihaknya tak bisa mengikuti langkah Madura United yang saat ini sudah membubarkan tim. Pasalnya, hampir seluruh penggawa Mahesa Jenar dikontrak jangka panjang dengan durasi rata-rata hingga akhir musim 2021.

"Walaupun memang kondisi finansial kita tidak berdarah-darah lagi tapi sudah sekarat. Cuma karena kita kontrak jangka panjang, kan sudah menjadi konsekuensi kami," ucapnya. (*)

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved