Breaking News:

Liga 1

PSIS Semarang Sekarat!

General Manager PSIS Semarang, Wahyu "Liluk" Winarto menyebut dampak dari penundaan kompetisi Liga 1 yang cukup panjang

Tribun Jateng/Franciskus Ariel Setiaputra
Starting Line Up PSIS Semarang saat membungkam Arema FC 5-1 dalam laga lanjutan Liga 1 2019 pekan ke 31 di Stasion Moch Soebroto, Magelang. Laga tersebut merupakan salah satu laga bersejarah PSIS sejak kembali ke kasta tertinggi sepakbola nasional pada 2018 silam 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - General Manager PSIS Semarang, Wahyu "Liluk" Winarto menyebut dampak dari penundaan kompetisi Liga 1 yang cukup panjang dan hingga saat ini belum menemui titik terang mau tidak mau membuat sisi finansial klub babak belur.

Secara terang-terangan, pria berusia 46 tahun itu mengatakan kondisi finansial PSIS sudah sekarat.

Di tengah krisis, PSIS mesti wajib membayarkan hak bulanan para pemain.

Jelas hal itu menjadi konsekuensi, sebabnya hampir seluruh penggawa Mahesa Jenar dikontrak jangka panjang pada awal 2020 lalu.

Dalam catatan redaksi Tribun Jateng, hanya gelandang asing PSIS Semarang, Flavio Beck Junior yang kontraknya selesai di akhir musim 2020.

"Memang ada satu dua pemain yang kontraknya satu tahun.

Tapi kalau yang lain rata-rata kita kontrak jangka panjang," ungkap Liluk kepada Tribunjateng.com, Selasa (5/1/2021).

Kebijakan manajemen PSIS melakukan kontrak jangka panjang membuat tim kebanggaan masyarakat Jawa Tengah ini tak bisa meniru keputusan klub Liga 1 lainnya, Madura United yang membubarkan sementara tim ditengah ketidakpastian kompetisi.

Mulai Januari ini, manajemen Laskar Sapeh kerap sudah tak lagi membayarkan hak gaji pemain mereka. Bahkan, para pemaim sudah dipersilahkan jika ingin mencari tantangan di klub lain.

Meski operator kompetisi, dalam hal ini PT. Liga Indonesia Baru (LIB) sempat menyampaikan jika kompetisi sepakbola nasional bakal dilanjutkan lagi pada Februari mendatang lewat surat yang disampaikan ke klub peserta Liga 1 maupun Liga 2, namun sejauh ini kepastian akan kompetisi sepakbola tanah air masih tanya jawab. 

Kapan dipastikan lanjut?.

"Kalau kami tidak kontrak jangka panjang ke pemain, mungkin kami bisa mengikuti cara yang dilakukan Madura United, membubarkan tim," jelasnya.(*)

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved