Breaking News:

Berita Pekalongan

Tidak Ada Unsur Pidana, Tiga Penjual Kasur Spring Bed Dilepaskan

Polsek Pekalongan Selatan akhirnya melepas ketiga pedagang spring bed abal-abal asal Kabupaten Tegal.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG/INDRA DWI PURNOMO
Kapolsek Pekalongan Selatan Kompol Basuki (kanan) memperlihatkan kasur springbed yang diduga palsu. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Polsek Pekalongan Selatan akhirnya melepas ketiga pedagang spring bed abal-abal asal Kabupaten Tegal.

Dari hasil pemeriksaan, polisi menyebut tidak ada unsur pidana dalam kasus kasur spring bed palsu yang terjadi di daerah Kertoharjo, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

"Dari hasil pemeriksaan, tidak ada unsur pidana dalam kasus spring bed palsu tersebut, sehingga kita lepaskan. Ketiga penjual asal Tegal inipun tidak menjual ke warga setempat," kata Kapolsek Pekalongan Selatan Kompol Basuki saat dihubungi Tribunjateng.com, Selasa (5/1/2021) malam.

Kapolsek menceritakan, kronologi awalnya, pada hari Minggu (3/1/2021) anggota Polsek Pekalongan Selatan menerima laporan dari penjual kasur yang diberhentikan, oleh warga yang berniat membeli kasur.

"Ada laporan ke kantor dari penjual kasur yang diberhentikan oleh Arofatur Rohman (34) yang berniat membeli kasur dan sudah deal harga kasur tersebut  Rp 300 ribu."

"Kemudian kasur diturunkan di rumah Arofatur. Setelah diturunkan pembeli minta diturunkan kasur lagi, setelah ada dua yang diturunkan disuruh menurunkan seluruh kasur yang ada di mobil. Karena penjual merasa ketakutan, apabila terjadi pemerasan dan penyadaran sehingga penjual laporan ke polsek," imbuhnya.

Menerima laporan tersebut, anggota Unit Reskrim Polsek datang ke lokasi. Saat berada di lokasi, anggota sudah melihat kasur yang telah di sobek.

"Setelah meminta keterangan, ternyata kasur sobek itu kasur milik pembeli yang dibeli tiga hari yang lalu.Karena pembeli kecewa dengan produk seperti itu, korban mencari pedagang kasur yang serupa. Akhirnya ketemu tiga penjual kasur ini."

"Fatur menilai ketiga orang ini adalah penjual kasur dengan perusahaan yang sama, ternyata bukan penjual kasur yang dicari oleh korban," imbuhnya.

Kompol Basuki mengungkapkan, tujuan pembeli melakukan itu ingin memberikan pencerahan kepada warga, kalau kasur itu sama kayak yang korban beli pada hari Jumat (1/1/2021).

"Iki lho jenis kasur abal-abal sing tak tuku aku (ini lho kasur abal-abal yang saya beli)," 

Walaupun bentuk kasurnya sama, tapi penjual kasur bukan yang dimaksud pembeli.

"Saat dilakukan pemeriksaan terhadap penjual, anggota menanyakan apakah satu perusahaan dengan kasur yang dibeli pembeli? Penjual bilang bahwa bukan satu perusahaan tapi penjual tahu perusahaan kasur itu ada di wilayah Tegal," tandasnya.

Saat disinggung mengenai kenapa tidak mempunyai unsur pidana? Kapolsek menuturkan, pada waktu itu ketiga penjual itu tidak menawarkan produk ke warga, tapi penjual diberhentikan oleh seorang warga kemudian disuruh ke rumah untuk dibeli kasurnya itu.

"Kalau unsur pidananya justru pedagang yang menawarkan pertama dan dibeli oleh korban," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved