Berita Semarang
Ular Hijau Ekor Merah Teror Warga Kagok Semarang, Semarangker Bantu Memburu
Warga di Jalan Kagok 2, Tegalsari, Candisari, Kota Semarang resah oleh teror keberasaan ular hijau ekor merah.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Daniel Ari Purnomo
Lantaran berasal dari jenis yang membahayakan.
Jika dilepaskan, ular itu beirisiko tinggi berupa kematian.
Semisal korban tertolong dari gigitan ular berbisa tersebut namun ketika sembuh namun bisa menimbulkan kecacatan atau amputasi.
"Habibat ular jenis berbisa tersebut juga bukan hewan langka sehingga kami musnahkan agar tak membahayakan warga," ujarnya.
Tak hanya itu, Lek Met juga membantu warga Pusponjolo, Semarang Barat yang ketakutan ada ular di dalam sumur miliknya.
Dia lantas mengevakuasi ular tersebut yang ternyata jenis ular cecak atau ular genteng sepanjang hampir 1 meter yang tidak membahayakan.
"Sempat kesulitan saat mengambil ular karena di dalam sumur.
Setelah disiasati dengan memancingnya masuk ke dalam ember lalu menariknya ke atas akhirnya ular berhasil dievakuasi," ungkapnya.
Selain itu, dia juga mengamankan ular jenis Tali Picis atau ular Tambang di kawasan Perum Graha Candi Golf.
Pemilik cemas lantaran rumahnya kemasukan ular tersebut sehingga mencarinya hingga ketemu.
"Dua jenis ular tersebut tak berbahaya jadi saya lepas ke habitatnya, " ungkapnya.
Dia berpesan kepada warga selama musim hujan seperti ini harap waspada.
Warga hendaknya membersihkan rumah dan sekitarnya terutama kotoran tikus.
Sebab ular yang masuk ke rumah umumnya untuk berburu tikus.
Saat membersihkan rumah itu hendaknya menggunakan karbol atau jenis pembersih lantai yang berbau wangi.