Breaking News:

Bulu Tangkis

Ini 8 Pebulutangkis Indonesia yang Dapat Sanksi Larangan Bermain Seumur Hidup karena Pengaturan Skor

Ini 8 Pebulutangkis Indonesia yang Dapat Sanksi Larangan Bermain Seumur Hidup karena Pengaturan Skor

Tribunjateng.com/Khoirul Muzaki
Ini 8 Pebulutangkis Indonesia yang Dapat Sanksi Larangan Bermain Seumur Hidup karena Pengaturan Skor (Foto ilustrasi) 

Ini 8 Pebulutangkis Indonesia yang Dapat Sanksi Larangan Bermain Seumur Hidup karena Pengaturan Skor

TRIBUNJATENG.COM - Delapan pebulutangkis Indonesia mencoreng sportifitas di dunia olehraga lantaran melakukan praktik pengaturan skor dan judi.

Mereka kini mendapat sanksi berat dari Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Jumat (8/1/2021).

Sanksi tersebut berupa skorsing larang bermain selama enam tahun hingga seumur hidup.

Siapa saja mereka? Apakah Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, Minions dan The Daddies terlibat dalam kasus tersebut?

Baca juga: Kevin Sanjaya Minions Pebulutangkis Indonesia Terpapar Corona, Gagal ke Thailand Open 2021

Baca juga: Juliyatmono Dilantik Menjadi Ketua Umum Pengcab PBSI Karanganyar Periode 2020-2024

Baca juga: Ini Jawaban Velove Vexia Soal Kriteria Pacar Seperti Nicholas Saputra

Baca juga: Sinopsis Drakor Masters Sun Episode Terakhir 17 Tayang di NET Pukul 16.45 WIB

BWF menyebut, semua pemain yang mendapat sanksi saling mengenal satu sama lain.

Mereka terlibat dalam kasus pengaturan skor selama pertandingan internasional yang berlangsung sebelum tahun 2019.

"Delapan pemain Indonesia mengenal satu sama lain, dan berkompetisi di kompetisi internasional level bawah di Asia hingga tahun 2019," kata BWF melalui keterangan resminya.

"Kedelapan pemain untuk sementara diskors pada Januari 2020 hingga keputusan dapat dibuat melalui proses dengar pendapat," imbuhnya.

Delapan pebulutangkis yang mendapat sanksi dari BWF adalah:

Halaman
1234
Penulis: Fachri Sakti N
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved