Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

PSBB Jawa Bali

Asrama Haji Manyaran Semarang Disulap Jadi Tempat Isolasi, Kapasitas 150 Tempat Tidur

Ruang transit asrama haji yang berada di Jalan Abdulrahman Saleh, Manyaran, akan segera dimanfaatkan untuk tempat isolasi terpusat bagi pasien Covid

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG / EKA YULIANTI FAJLIN
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ruang transit asrama haji yang berada di Jalan Abdulrahman Saleh, Manyaran, akan segera dimanfaatkan untuk tempat isolasi terpusat bagi pasien Covid-19.

Pemerintah Kota Semarang dan Kanwil Kementrian Agama baru saja melakukan penandatanganan MoU mengenai pemanfaatan ruang transit asrama haji sebagai tempat isolasi, di Balai Kota Semarang, Senin (11/1/2020).

"Kami baru saja MoU dengan Kanwil Kemenag. Hari ini langsung bisa digunakan sebagai tempat isolasi," kata Kepala Dinas Kesehatan, Moh Abdul Hakam usai penandatanganan MoU.

Hakam menyebutkan, ada lima gedung yang dimanfaatkan untuk tempat isolasi yakni Mekkah, Madinah, Arafah, Mina, dan Radhan dengan kapasitas secara keseluruhan 150 tempat tidur.

Menurutnya, sarana dan prasarana di ruang transit asrama haji Manyaran telah siap.

Dinkes menggunakan bangsal yang tersedia di sana. Hakam memastikan, sarana dan prasarana di sana steril mengingat selama ini tidak ada kegiatan haji. Setiap ruangan juga telah dilengkapi kamar mandi.

Untuk kegiatan senam atau peregangan bagi pasein Covid-19, asrama haji sangat representatif karena memiliki ruang terbuka yang cukup luas.

Lebih lanjut, Hakam juga telah menyiapkan petugas kesehatan yang bakal berjaga di ruang transit asrama haji. Setiap shift akan ada dokter, perawat, dan cleaning service yang berjaga.

"Termasuk petugas asrama haji ada 13 orang kami masukan ke tim," tambahnya.

Rencananya, lanjut Hakam, tempat isolasi di ruang transit asrama haji akan diperuntukkan bagi pasien Covid-19 yang stabil. Sedangkan, pasien Covid-19 yang kondisinya tidak stabil akan dirawat di rumah dinas wali kota.

Sementara, tenda karantina yang ada di rumah dinas menjadi tempat transit bagi warga yang datang ke rumah dinas dengan membawa hasil swab antigen reaktif. Petugas akan langsung menindaklanjuti dengan swab test.

Mereka yang hasil swab menunjukan positif akan ditempatkan di rumah dinas jika kondisinya tidak stabil, sedangkan jika kondisi stabil akan langsung dilarikan ke ruang transit asrama haji.

"Tenda karantina di rumdin untuk pasien yang datang dengan membawa hasil swab antigen karena selama ini yang swab antigen cukup banyak," ucapnya.

Sebelumnya, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi telah menyatakan peningkatan status tempat isolasi terpusat rumah dinas wali kota menjadi rumah sakit darurat untuk menangani pasien Covid-19 yang bergejala.

"Rumdin mulai Senin akan kami tingkatkan statusnya menjadi rumah sakit darurat. Yang dirawat disitu yang Covid-19 bergejala semisal sesak dan demam," papar Hendi, sapaannya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved