Breaking News:

Timnas

Ungkapan Berkelas Imran Nahumarury Mengenai Banyaknya Pemain PSIS ke Timnas Junior

PSIS mengirim 5 pemain mudanya ke pusat latihan (TC) Timnas di level junior untuk beberapa kategori.

Tribun Jateng/Franciskus Ariel Setiaputra
Imran Nahumarury 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PSIS Semarang mengirim lima pemain mudanya ke pusat latihan (TC) Tim Nasional Indonesia di level junior untuk beberapa kategori kelompok usia.

Mereka antara lain, Pratama Arhan Alief dan M Bahril Fahreza yang saat ini menjalani TC di Spanyol bersama Timnas U-19, kemudian Ridho Syuhada Putra yang tergabung dalam tim Garuda Select jilid III dan saat ini sedang berlatih di Inggris.

Dua pemain lain yaitu, Fredyan Wahyu Sugiantoro dan Tegar Infantrie yang pada Desember tahun lalu dipanggil mengikuti TC bersama Timnas U-22 di Jakarta.

Merespon hal tersebut, asisten pelatih PSIS Semarang, Imran Nahumarury mengatakan kelima pemain yang mendapat panggilan PSSI tersebut merupakan investasi jangka panjang klub.

Menurut Imran, fakta tersebut menjadi bukti bahwa kualitas pemain PSIS wajib diperhitungkan di kancah sepakbola nasional.

"Yang pasti ini sebuah kebanggan buat PSIS. Bahwa kita bisa berkontribusi buat tim nasional. Baik di level U-22, U-19, dan yang ikut di Garuda Select. Ini artinya bahwa Semarang itu bisa menghasilkan pemain yang bukan hanya untuk klub tapi tim nasional," ungkap Imran kepada Tribun Jateng, Senin (11/1/2021).

Lelaki yang berposisi sebagai gelandang semasa berkarir sebagai pesepakbola tersebut berharap PSIS jangan sampai hanya bertahan pada catatan menyumbang lima pemain saja. Ia berharap, kedepannya akan lebih banyak pemain PSIS yang dipanggil ke Timnas. 

"Ada lima pemain. Harapannya jangan sampai disitu saja. Tapi semoga kedepannya ada lebih banyak lagi yang gabung ke tim nasional. Dan ini sangat bagus buat kita sendiri. Terutama PSIS," katanya.

Dia menyebut, PSIS saat ini memiliki aset jangka panjang. Sehingga kedepannya PSIS tak perlu repot mencari pemain lokal berkualitas dari klub lain. Namun dengan memaksimalkan kemampuan pemain lokal yang ada. Hasil dari pembinaan jangka panjang.

"Untuk pemain lokal kalau memang kita punya pemain yang berkualitas mengapa kita harus mengambil dari tempat lain. Sementara kita punya pemain dari akademi, youth yang bagus.  Jadi tidak perlu lagi kita mengambil pemain dari luar. Sementara kita sendiri punya pemain banyak. Semoga lebih banyak lagi pemain Timnas yang dari PSIS," pungkasnya.

Jika berbicara soal tim akademi PSIS, di kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 2019 lalu, mereka membawa prestasi cukup membanggakan.

Untuk kompetisi EPA U-20, skuad Mahesa Jenar muda sukses meraih juara tiga. Sementara untuk kompetisi EPA U-18, mereka finish sebagai runner up.

Tiga dari lima pemain PSIS yang saat ini dipanggil Timnas juga asal muasalnya dari akademi PSIS, yakni Pratama Arhan, Bahril Fahreza, dan Ridho Syuhada Putra. (*)

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved