Berita Pemalang

Pendakian Gunung Slamet via Bascamp Dipajaya Pemalang Ditutup Sementara 

Pendakian Gunung Slamet via Basecamp Dipajaya, di Desa Clekatakan, Pulosari, Pemalang ditutup sementara. 

Penulis: budi susanto | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Budi Susanto
Sejumlah pendaki memadati Basecamp Dipajaya yang terletak di Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, PEMALANG - Pendakian Gunung Slamet via Basecamp Dipajaya, di Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang ditutup sementara. 

Penutupan dilakukan pengelola basecamp karena bangunan pos yang dijadikan tempat regristrasi pendakian sedang diperbaiki. 

Dijelaskan Ari satu di antara pengelola Bascamp Dipajaya, pembangunan dilakukan sejak Desember tahun lalu. 

"Perbaikan dilakukan sejak awal Desember, untuk pembukaan kembali menunggu rampungnya pembangunan," jelasnya melalui sambungan telpon, Selasa (12/1/2021).

Dilanjutkannya, meski status Gunung Slamet saat ini normal, namun pendaki belum bisa mendaki melalui pos Dipajaya. 

"Tiga bulan lalu status Gunung Slamet sudah normal, pembangunan dilakukan untuk membenahi pos agar lebih baik," ujarnya. 

Ia menyebutkan, antusias pendaki saat jalur pendakian Gunung Slamet dibuka di Bascamp Dipajaya lumayan banyak. 

"Kalau rata-rata setiap hari antara 50 sampai 100 pendaki," tambahnya. 

Adapun data yang dihimpun Tribunjateng.com dari Volcanology Survey Indonesia (VSI) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Aktifitas gempa terakhir yang ditimbulkan dari gunung yang memiliki ketinggian 3.428 Mdpl itu pada 16 Oktober tahun lalu. 

VSI ESDM juga mencatat pada periode Juli hingga Oktober tahun lalu Gunung Slamet mengalami 46 gempa hembusan, dan 2 kali gempa tektonik. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved