Sabtu, 9 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Warga Jatuh Bangun Puluhan Km Tandu Jenazah Pakai Sarung dan Bambu, Petugas: Kunci Ambulans Hilang

Sebab, tidak ada mobil ambulans atau angkutan umum yang bisa mengantar jenazah korban ke kampung halamannya

Tayang:
Editor: muslimah
Tribun Pekanbaru/Budi Rahmat
ILUSTRASI JENAZAH 

Warga Jatuh Bangun Puluhan Km Tandu Jenazah Pakai Sarung dan Bambu, Petugas: Kunci Ambulans Hilang

TRIBUNJATENG.COM - Warga terpaksa membawa jenazah perempuan bernama Icci Subu (60) dengan cara ditandu puluhan kilometer menembus hutan belantara dan gunung terjal di kegelapan malam.

Sebab, tidak ada mobil ambulans atau angkutan umum yang bisa mengantar jenazah korban ke kampung halamannya di Desa Ulumanda, Dusun Lalausu, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

Jenazah Icci ditandu warga dari salah satu rumah keluarganya, tempat jenazahnya disemayamkan sementara, tak jauh dari Puskesmas Salutambung.

Baca juga: Darah Berceceran di Kasur dan Suaminya Hilang, Wanita Ini Temukan Fakta Baru Setelah Lapor Polisi

Baca juga: Maunya Sekali Tarikan Napas, Mempelai Pria Malah Bilang Sah, Tamu Terus Terkikik hingga Akhir Acara

Baca juga: Takut Covid-19, Titi Kamal Pakai Jas Hujan dan Kacamata Renang di Bandara

Baca juga: Tak Bisa Lupakan Kata-Kata Kasar Mantan Istri, Pria Ini Lampiaskan Dendam hingga Berakhir di Bui

Mereka menandu jenazah menempuh perjalanan puluhan kilometer atau memakan waktu berjam-jam untuk sampai ke rumah duka.

Warga hanya mengandalkan penerangan lampu senter seadanya.

Warga Jatuh bangun dan terpeleset di jalan licin dan terjal lantaran diguyur hujan.

Video warga ditandu malam hari hingga puluhan kilometer melintasi pegunungan ini viral di media sosial Facebook.

Video yang diunggah salah satu akun di media sosial Facebook sejak Sabtu (9/1/2021) langsung viral hingga Senin 11 Januari 2021.

Dalam video berdurasi beberapa menit tersebut terlihat jenazah ditandu warga menggunakan sarung dan batang bambu secara bergantian menuju rumah duka di Desa Ulumanda.

Sejumlah keluarga korban kesal lantaran sudah mendatangi sejumlah puskesmas untuk meminta bantuan mobil ambulans namun tak ada yang bersedia mengantar jenazah korban ke kampung halamannya.

Kepala Desa Ulumanda, Hardi, membenarkan jika jenazah yang ditandu puluhan kiometer ke kampung halamannya tersebut adalah warganya.

Hardi menyayangkan buruknya mekanisme pelayanan sosial di Majene.

Sejumlah keluarga yang berusaha meminta bantuan ambulans ke puskesmas setempat, namun responnya sangat mengecewakan pihak keluarga.

Petugas puskesmas terkesan menolak dengan beragam alasan, mulai dari kunci mobil ambulans hilang, tidak ada sopir hingga alasan ambulans bukan untuk mengantar jenazah.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved