Breaking News:

Liputan Khusus

Sewa Stadion Kebo Giro di Boyolali Dua Jam Rp 5 Juta Tetap Laris

Stadion Kebo Giro berada di Desa Paras, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali dibangun sesuai standar FIFA

tribunjateng/ist
RUMPUT EROPA - Lapangan Stadion Kebogiro di Paras Cepogo Boyolali menggunakan rumput standar Eropa. View di lapangan ini tampak Merapi dan Merbabu 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Stadion Citarum dengan tarif sewa antara 1,5 juta hingga 3,5 juta per dua jam dianggap mahal. Dan itu pun laris selalu penuh penyewa untuk bisa main sepakbola di lapangan bagus, rumput sintetis. Dan ternyata ada lapangan yang lebih mahal lagi tarif sewanya, yaitu Stadion Kebo Giro di Kabupaten Boyolali.

Stadion Kebo Giro berada di Desa Paras, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali dibangun sesuai standar FIFA. Stadion itu mempunyai daya pikat tersendiri, udara sejuk. Karena berada di lereng Gunung Merapi, punya view indah yaitu memandang keindahan alam Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.

Mau tahu berapa tarif sewa Stadion Kebo Giro Boyolali tiap dua jam? Ternyata jauh lebih mahal dibanding Stadion Citarum. Dan itu pun banyak penyewa antre untuk menggunakan Stadion Kebo Giro yang konon dibangun oleh Pemkab Boyolali dengan anggaran Rp 22 miliar. Lokasi stadion berjarak sekitar 8 kilometer dari pusat Kota Boyolali. Bila ditempuh dari Kota Solo, kurang lebih satu jam.

Marketing Lestarindo Sport Garden (Pengelola Stadion Kebo Giro), Oky Dwi Jayanti menyampaikan, sejak dibuka 3 Januari 2021, penyewa sudah penuh hingga akhir Februari.

"Lapangan hanya kita sewakan akhir pekan, Sabtu dan Minggu sore. Untuk hari biasa, kita gunakan untuk perawatan dan maintenance," kata Oky kepada Tribunjateng.com. Tarif sewa, menurut Oky Dwi, seharga Rp 5 juta untuk 2 jam sewa. "Harga sewa Rp 5 juta per 2 jam. Dengan fasilitas lapangan, toilet, bola, dan sebagainya. Biasanya pemain sudah membawa bola sendiri," jelasnya.

Menurutnya, hingga akhir Februari 2021 sudah sebanyak 16 penyewa dengan pertandingan 2 kali setiap pekan. "Untuk Maret nanti, kita lihat kondisi lapangan. Kalau lapangan harus perbaikan dan maintenance ya sementara kita tutup dulu. Yang penting perawatannya," ucapnya.

Baskoro, Komunitas Pecinta Jersey KW Lokal (PJKWL) Solo pernah main di Stadion Kebo Giro meski hanya 25 menit. "Kita main seperti di lapangan Liga Eropa. Ditambah lagi cuaca dingin sejuk. Kami main pas pembukaan 3 Januari. Lapangan bagus dan pemandangan indah," terang Baskoro.

Dia katakan main sepakbola dengan menyewa lapangan bagus, sekadar hobi dan bisa senang bertemu teman-teman. "Istilahnya kita Senin-Jumat kerja dan Sabtu Minggu untuk main sekalian silaturahmi, kangen-kangenan," tutur dia. Menurutnya, perlu disediakan fasilitas musala dan toilet supaya pengguna terlayani dengan baik. Tribun bisa segera disesaikan pembangunannya biar persis stadion di Eropa. (tim)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved