Breaking News:

Berita Pati

Sidak Hari Kedua PPKM, Bupati Pati Temukan Kafe di Juwana Masih Buka Pukul 21.00 Lewat

Hari kedua PPKM, Selasa (13/1/2021) malam, Bupati Pati Haryanto beserta jajarannya kembali sidak.

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Hari kedua Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Selasa (13/1/2021) malam, Bupati Pati Haryanto beserta jajaran Forkopimda kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak).

Kali ini, Haryanto dan jajarannya berpatroli di wilayah Kecamatan Juwana.

Sekira pukul 21.10 WIB, ia beserta rombongan mendapati sebuah kafe di Jalan Silugonggo masih buka dan cukup ramai pembeli. Padahal, selama PPKM, kafe hanya diperkenankan buka hingga pukul 21.00.

Haryanto pun mengimbau orang-orang yang berada di kafe, mayoritas muda-mudi, untuk pulang dan melanjutkan aktivitas di rumah masing-masing.

Ia juga mengimbau pengelola untuk menutup kafe, mengingat waktu sudah melebihi batas.

“Pengelola kafe sudah tahu (mengenai PPKM), hanya saja kebetulan baru (acara) pembukaan, jadi agak lewat (batas waktu). Tapi kami beri pengertian mereka bisa menerima. Berikutnya akan mematuhi. Kami suruh memasang banner bahwa kafe ditutup pukul 21.00,” jelas Haryanto.

Usai memberi imbauan pada pengelola dan pengunjung kafe, Forkopimda bergeser ke tempat karaoke yang berada di kompleks Ruko Indah Juwana.

Tempat karaoke tersebut oleh Satpol PP sudah dipasangi label larangan beroperasi lantaran belum memiliki Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP). Namun, ada dugaan bahwa tempat tersebut masih beroperasi, bahkan tidak mengindahkan ketentuan pemerintah daerah mengenai pencegahan Covid-19.

Namun, ketika Haryanto dan rombongan tiba di lokasi, tempat karaoke dalam keadaan tertutup dan gelap. Lampu di tempat tersebut dipadamkan. 

Usai meninjau tempat karaoke tersebut, ia menyampaikan bahwa berdasarkan pantauannya di Juwana secara umum, masih banyak masyarakat yang tidak mematuhi ketentuan jam malam. Mereka beralasan belum mengetahui aturan PPKM.

“Kalau rata-rata yang agak sulit (mematuhi jam malam) itu angkringan, baik di Pati maupun Juwana. Alasannya klasik, biasa lah, mencari makan, berhubungan dengan urusan perut, dan lain-lain,” kata Haryanto.

Menghadapi hal ini, lanjut dia, pihaknya akan tidak henti-hentinya memberi pemahaman pada masyarakat.

“Toleransi sih toleransi, tapi karena PPKM ini kebijakan nasional, kita kan harus taat. Toh ini tidak lama, cuma dua minggu. Dari situ nanti kita akan mengetahui, sebelum dan sesudah PPKM seperti apa, penurunan kasus sejauh mana, angka kematian seperti apa,” ungkap Haryanto.

Haryanto berharap, selanjutnya masyarakat mulai tertib, sehingga PPKM tidak berujung sia-sia. Ia menegaskan bahwa tujuan PPKM ialah demi menurunkan persebaran covid-19. (*)

Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved