Berita Regional
Gara-gara Uang Sobek, Tukang Bakso Babak Belur Dikeroyok dan Gerobak Dihancurkan Gerombolan Preman
Para preman juga menghancurkan gerobak bakso dan mengancam akan membunuh korban.
TRIBUNJATENG.COM - Gerombolan preman memukuli seorang tukang bakso.
Para preman juga menghancurkan gerobak bakso dan mengancam akan membunuh korban.
Penganiayaan tersebut berawal dari urusan tukar uang.
Baca juga: Innalillahi Wa Innailahi Rojiun, Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia Pukul 08.38 WIB
Baca juga: Jurnalis VOA Asal Indonesia Dibebastugaskan dari Gedung Putih Setelah Cecar Pertanyaan ke Menlu AS
Baca juga: Mayat Indah Halimah Putri Berhasil Diidentifikasi, Lidah Keluarga Kelu, Tak Sanggup Wawancara
Baca juga: Wasiat Syekh Ali Jaber Pada Istri Jika Wafat Ingin Dimakamkan di Lombok, Tempat Berjuang Pertama
Rido Satria (23) seorang pekerja gerobak bakso yang berjualan di bawah Jembatan Ampera dipukuli preman kawasan tersebut, Selasa (12/1/12021) sore.
Evita (29) pemilik gerobak bakso tersebut saat dikonfirmasi Tribunsumsel.com mengatakan, bermula saat pekerjanya itu berjualan di TKP menggunakan grobak.
Kemudian datang seorang yang diduga preman berinisial RZ ingin menukar uang Rp 5000 rupiah kepada pegawainya.
"Ternyata uang tersebut sobek. Dan pegawai saya sempat protes, namun pelaku tidak mendengarkan dan langsung mengambil uang korban," ujar Evita warga Jalan Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat I Palembang, Rabu (13/1/2021).
Tidak hanya itu, pelaku langsung memukul kepala anak buah korban hingga korban melarikan diri ke tempat Evita berjualan tidak jauh dari TKP.
Preman itu juga mengikuti Rido sampai di tempat Evita berjualan.
"Preman itu marah-marah bahkan mengancam akan membunuh pegawai saya. Dan saya katakan jangan marah, kasihan dia hanya berjualan," kata Evita.
Kemudian suami Evita datang ke TKP dan kembali berjualan bersama pegawainya di tempat yang tadi.
Tiba-tiba datang rombongan preman langsung mengeroyok pegawainya hingga mengalami luka di kapala.
"Tidak hanya itu mereka juga beramai-ramai merusak gerobak ditempat pegawai saya berjualan hingga hancur," bebernya.
Atas kejadian tersebut, korban bersama pegawainya melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Palembang kemarin sore.
"Harapan saya agar para pelaku tertangkap dan kami bisa berjualan dengan aman," tutupnya.
Evita Sari (29) kini takut dan truma berjualan bakso lagi di bawah Jembatan Ampera.
"Padahal kami sudah bayar uang keamanan kepada mereka setiap hari sebesar Rp 28 ribu per pedagang," ujar Evita Rabu (13/1/2021).
Evita menjelaskan tidak hanya itu, para preman tadi juga sering minta uang di luar uang keamanan bahkan sering makan tidak bayar.
"Saya awal berjuakan disana bayar kepada mereka Rp 1,8 juta dan perhari Rp 28 ribu tapi tetap saja diganggu, tidak hanya saya namun pedagang lain juga tidak luput dari gangguan mereka," kata Evita.
Diketahui Evita sudah puluhan tahun berjualan di bawah Jembatan Ampera.
"Saya sering ganti pegawai, setelah mereka ganggu pegawai saya berhenti dan ganti lagi begitu seterusnya," bebernya.
Ia berharap agar para pelaku segera tertangkap.
"Tidak ada yang berani melaporkan meraka karena takut. Karena melihat pegawai saya luka dan gerobak hancur saya memutuskan melaporkan mereka ke polisi," tutupnya.
Atas kejadian perusakan tersebut, korban mengalami kerugian Rp 10 juta. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tukang Bakso Dipukuli Gerombolan Preman, Gerobak Dihancurkan, Berawal saat Pelaku Tukar Uang
Baca juga: Didatangi Menlu Tiongkok, Retno Marsudi Ingatkan Soal Laut China Selatan Harus Damai
Baca juga: Viral Pria Berambut Gondrong di Sleman Jadi Korban Begal Payudara
Baca juga: Di Tengah Protes, Pegulat Iran Mehdi Ali Hosseini Akan Dieksekusi Setelah Didakwa Atas Pembunuhan
Baca juga: Sudah Disuntik Vaksin Covid-19 Bukan Berarti Bebas Keluyuran dan Kumpul-Kumpul, Ini 4 Alasannya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/seorang-preman-mengamuk-dan-pukuli-tukang-bakso-secara-membabi-buta.jpg)