Breaking News:

Berita Internasional

Jurnalis VOA Asal Indonesia Dibebastugaskan dari Gedung Putih Setelah Cecar Pertanyaan ke Menlu AS

Pada Senin (11/1/2021), kantor berita Voice of America (VOA) menarik penempatan reporter asal Indonesia dari Gedung Putih.

Editor: M Syofri Kurniawan
POOL/ASHLEY LANDIS via REUTERS
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo 

TRIBUNJATENG.COM, WASHINGTON DC - Pada Senin (11/1/2021), kantor berita Voice of America (VOA) menarik penempatan reporter asal Indonesia dari Gedung Putih

Patsy Widakuswara dibebastugaskan dari penempatannya di Gedung Putih AS, hanya beberapa jam setelah mencecar pertanyaan kepada Menteri Luar Negeri AS (Menlu AS), Mike Pompeo.

Widakuswara saat itu bertanya apakah Pompeo menyesal mengatakan akan ada pemerintahan Trump kedua setelah kemenangan Presiden terpilih Joe Biden terlihat jelas.

Baca juga: Mayat Indah Halimah Putri Berhasil Diidentifikasi, Lidah Keluarga Kelu, Tak Sanggup Wawancara

Baca juga: Bapak-bapak Suka Main di Stadion Citarum Dua Jam Rp 3 Juta Ternyata Ini Alasannya

Baca juga: Dua Hari Beruntun, 2 Warga Semarang Meninggal Mendadak di Depan Klinik dan Apotek, Ini Hasil Visum

Baca juga: Kontrak Amanda Manopo di Ikatan Cinta Bocor, Berawal dari Pertanyaan Fans

Dilansir NPR pada Selasa (12/1/2021), Pompeo muncul di markas besar penyiar internasional milik pemerintah AS di Washington untuk menyampaikan pidato, pada Senin (11/1/2021).

Dalam sambutannya, Menlu AS itu tidak membahas serangan minggu lalu di Kongres oleh massa yang dipenuhi dengan pendukung Presiden Trump.

Direktur baru VOA, Robert R Reilly juga tidak menanyakan tentang hal itu dalam sesi tanya jawab “yang bersahabat” selama acara berlangsung.

Sampai saat ini, Pompeo, sekutu setia Trump, sama sekali tidak membahas serangan terhadap Gedung Capitol AS.

Tapi, Widakuswara melontarkan beberapa pertanyaan ketika Pompeo berjalan keluar dari gedung VOA, seraya mengacungkan jempol kepada seorang pria di serambi yang ramai.

Reporter wanita itu bertanya apa yang Pompeo lakukan untuk memperbaiki reputasi AS di seluruh dunia.

Tidak mendapat respon, akhir Widakuswara bertanya: "Pak Menteri, apakah Anda menyesal mengatakan akan ada pemerintahan Trump yang kedua?"

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved