Breaking News:

Terlibat 4 Pembunuhan, Bos Yakuza Kudokai Dituntut Hukuman Mati

Nomura dituduh melakukan pembunuhan beberapa orang dan melanggar hukum untuk kejahatan terorganisir dengan tuduhan percobaan pembunuhan sistematis.

Editor: Vito
Tribunnews/Richard Susilo
Bos utama kelompok yakuza Kudokai Kitakyushu, Satoru Nomura (74) 

TRIBUNJATENG.COM, TOKYO - Satoru Nomura (74), Kepala Kudokai (Kota Kitakyushu), kelompok kejahatan paling berbahaya yang tercatat di Kepolisian Jepang, atau Yakuza, dituntut hukuman mati oleh Kejaksaan Jepang.

Sidang di Pengadilan Distrik Fukuoka pada Kamis (14/1) itu dipimpin Hakim Adachi Tsutomu.

Nomura dituduh melakukan pembunuhan beberapa orang dan melanggar hukum untuk kejahatan terorganisir dengan tuduhan percobaan pembunuhan sistematis.

Nomura terlibat dalam empat kasus serangan sipil. Nomura telah diposisikan sebagai komandan atas pembunuhan beberapa orang tersebut.

Subjek persidangan adalah empat kasus penembakan, yaitu mantan ketua serikat nelayan (1998), penembakan eks Kepolisian Prefektur Fukuoka (2012), penusukan perawat (2013), dan penusukan dokter gigi (2014).

Nomura dituntut bersama pimpinan Kudokai lain Fumio Tagami (64). Kedua terdakwa secara konsisten mengaku tidak bersalah sejak sidang pertama, dan persoalan terbesar adalah ada tidaknya perintah kepada para pelakunya.

Sebanyak 91 saksi diperiksa di pihak penuntut dan pihak tergugat. Pertanyaan terdakwa diajukan satu kali untuk masing-masing dari empat kasus, sebanyak delapan kali.

Tidak ada bukti yang secara langsung mengaitkan kasus tersebut dengan Nomura, dan tidak ada keterangan yang pasti dari para saksi untuk menunjukkan perintah di dalam pertanyaan yang dituduhkan.

Nomura dan rekan-rekannya mengaku tidak bersalah karena tidak terlibat sama sekali dalam keempat kasus tersebut.

Berdasarkan kesaksian orang-orang yang terlibat dalam kelompok itu, jaksa penuntut mengatakan, Kudokai adalah organisasi yang ketat atas superioritas dan kesusilaan.

Selain itu, anggota Kudokai tidak dapat menyebabkan insiden serius tanpa instruksi dan persetujuan dari keberadaan absolut dari Nomura. (Tribunnews)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved