Berita Nasional

Jadi Menteri Banyak Kecewa, Kata Susi Pudjiastuti

Susi Pudjiastuti mengaku banyak menelan kekecewaan saat dia menjabat Menteri kelautan dan Perikanan antara 2014 hingga 2019.

INSTAGRAM/SUSIPUDJIASTUTI
Foto Susi Pudjiastuti kenakan kebaya 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Susi Pudjiastuti mengaku banyak menelan kekecewaan saat dia menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan antara 2014 hingga 2019.

Perempuan yang memutuskan berhenti sekolah karena sistemnya terlalu mengatur, justru bertemu dengan jajaran orang-orang politik yang sukanya mengatur.

Wajar saja saat kebijakan kontroversialnya muncul, banyak pihak yang tidak setuju dan menjatuhkannya.

Baca juga: Al Hasan Blak-blakan Syekh Ali Jaber Tak Ingin Dianggap Jadi Bapaknya

Baca juga: Tak Ada Pengumuman saat Airlangga Hartarto Terpapar Covid-19, Epidemiolog: Sangat Disayangkan

Baca juga: Ayah Arifin Ilyas Lemas Lihat Peti Jenazah Tiba di Kebumen, Tubuhnya Roboh, Harus Dibopong Warga

Baca juga: Ayah Indah Permatasari Ungkap Alasan Ibu Nursyah Benci Arie Kriting: Awalnya Sih Suka

"Waktu saya jadi menteri saya banyak kecewa, karena sistemnya bentur-bentur tembok banyak.

Ketika saya mau mengubah sesuatu, tidak bisa karena berbeda (dengan ketentuan).

Somebody has owning," kata Susi saat berbincang bersama Pemimpin Redaksi Kompas.com, Wisnu Nugroho, Senin (18/1/2021).

Kendati demikian, Susi tetap mencoba yang terbaik untuk menjalankan visi misi Presiden Jokowi kala itu, laut sebagai masa depan bangsa dan Indonesia menjadi poros maritim dunia.

Keinginannya mengubah sektor bahari menjadi lebih baik tak lain juga didorong oleh anggapan Susi yang merasa tidak akan memiliki kesempatan kedua menjadi menteri bila tidak diubah sekarang.

"Pada akhirnya, saya mencoba yang terbaik, menyuarakan pendapat saya ke publik.

Ketika saya menjadi menteri, saya sadar tidak ada kesempatan kedua.

Saya akan mencoba hingga limit terakhir karena menyerap terlalu mudah bukan gaya saya," ungkap Susi.

Oleh karena itu, tak heran orang kerap menyebut Susi keras kepala.

Dia lantas bercerita, sifat tidak mudah menyerahnya didapat dari didikan orang tua sejak kecil.

Meski orang tua sempat marah ketika Susi memutuskan berhenti sekolah, pada akhirnya justru bangga dengan sifat independensinya.

"Saya pikir mereka akhirnya bangga.

Saya membantu finansialnya.

I pay them everything, not them anymore," pungkasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Susi Pudjiastuti: Jadi Menteri Banyak Kecewa, Karena Sistemnya Bentur-bentur..."

Baca juga: Lantang Tolak Vaksin, Ribka Tjiptaning Dimarahi Sekjen PDIP hingga Dipindah Ke Komisi VII

Baca juga: Bocah 11 Tahun Meninggal Dunia karena Komplikasi Kehamilan, Diduga Perbuatan Sang Kakek

Baca juga: Ibunda Denny Cagur Meninggal Dunia

Baca juga: Bocah Kecil Itu Saksikan Ibunya Diterkam dan Diseret Buaya hingga Menghilang di Kolam Bekas Tambang

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved