Kamis, 11 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

OJK bakal Terbitkan Izin Merger Bank Syariah Indonesia Pekan Ini

Integrasi tiga bank syariah milik BUMN merupakan wujud inisiatif pemerintah membangkitkan industri syariah yang selama ini dianggap raksasa tidur.

Tayang:
Editor: Vito
ANTARA FOTO/DHEMAS REVIYANTO
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo (kedua kiri), didampingi Ketua Project Management Office Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah Hery Gunardi (kiri), Direktur Utama PT Bank BRIsyariah Tbk Ngatari (kedua kanan), dan Direktur Utama PT Bank BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo (kanan), menyampaikan keterangan pers usai penandatanganan akta penggabungan tiga bank syariah milik Himbara di Jakarta, Rabu (16/12). Penandatanganan akta penggabungan itu merupakan bagian dari proses merger tiga bank syariah milik Himbara. 

"Harapannya, adanya konsolidasi ini rasio biaya terhadap pendapatan ini bisa menurun ke 45-50 persen," terangnya.

Ia berharap, BSI dapat menempati ranking 7 atau 8 dalam peta perbankan di Indonesia, berdasarkan skala asetnya. Secara global, BSI diharapkan masuk dalam satu dari top 10 global bank untuk kategori islamic.

"Kemudian efisiensi biaya terhadap pendapatan secara kolektif, normally akan membaik jika skala aset perbankan syariah ini disatukan," jelasnya.

Konsolidasi

Nely pun berharap agar sepanjang 2021 ini konsolidasi BSI bisa berlangsung lancar. "It's a journey and it's important, di masa sekarang memang seharusnya konsolidasi dilakukan untuk memperkuat posisi masing-masing player di perbankan, agar bisa menjaga relevansi product offering ke nasabah, maupun menjaga governance dari implementasi ekspansi BSI," tandasnya.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso menyambut positif merger tiga bank syariah yang digabungkan Kementerian BUMN menjadi BSI.

"Ini akan menjadi pengungkit dan benchmark, baik dari segi produk, inovasi, akses masyarakat, SDM, dan menjadi role model, bahkan bukan hanya di Indonesia, tapi juga level regional dan global," urainya.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Heru Kristiyana berharap, ke depan BSI dapat memfasilitasi seluruh kebutuhan pelaku industri di ekosistem ekonomi syariah.

OJK menilai, bank hasil merger anak usaha BUMN itu bisa membantu peningkatan share asset perbankan syariah yang kini berada di angka 6,51 persen dibandingkan dengan total aset perbankan nasional.

“Kami lihat tantangan dalam jangka pendek adalah bagaimana perbankan kita bisa melakukan pemulihan sektor rill, dan konsolidasi bisnis untuk mengatasi pandemi. Kami juga akan address supaya nanti perbankan mempunyai daya tahan untuk menyerap cadangan sebagai dampak dari restrukturisasi kredit yang masih berlangsung,” paparnya.

Menurut dia, OJK memiliki Roadmap Pengembangan Perbankan Indonesia 2020-2025 sebagai panduan pelaku perbankan dalam menjawab tantangan zaman. Berdasarkan peta jalan itu, perbankan syariah diharapkan ke depan bisa menjadi katalis pertumbuhan ekonomi.

Di masa pandemi covid-19, pemerintah optimistis ekonomi syariah bisa dijadikan pendekatan alternatif sekaligus penggerak baru dalam upaya mendorong pemulihan serta pertumbuhan ekonomi nasional.

Alasannya, ekonomi syariah dianggap memiliki berbagai keunggulan yang berdasar pada prinsip syariah, yakni relatif stabil, aman, dan resilient. (Kompas.com/Fika Nurul Ulya/Tribunnews/Reynas Abdila/Fitri Wulandari)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved