Berita Regional
Gugat Ayah Rp 3 Miliar, Masitoh Meninggal karena Serangan Jantung Sehari Sebelum Sidang
Seorang kakek di Kecamatan Cinambo Kota Bandung, RE Koswara (85), digugat anaknya Rp 3 Miliar.
TRIBUNJATENG.COM, BANDUNG - Seorang kakek di Kecamatan Cinambo Kota Bandung, RE Koswara (85), digugat anaknya Rp 3 Miliar.
Masitoh, anak Koswara yang menjadi kuasa hukum kakaknya, meninggal dunia pada Senin (18/1/2021) dan dimakamkan tadi pagi, Selasa (19/1/2021).
RE Koswara memiliki enam orang anak, Imas, Deden, Masitoh, Ajid, Hamidah, dan Mochtar.
Baca juga: Kelompok Pendaki Gunung Dempo Kesurupan, Ketahuan Ambil Kayu Panjang Umur, 10 Orang Kena Blacklist
Baca juga: Pengakuan Amanda Manopo Pemeran Andin Ikatan Cinta Berstatus Janda Muda, Pernikahan Pernah Gagal
Baca juga: Pihak Bandara Soekarno-Hatta Buka Suara Terkait Identitas Palsu Korban Sriwijaya Air Jatuh
Baca juga: Biodata Deva Rachman Istri Kedua Almarhum Syekh Ali Jaber, Mantan None Jakarta
Orangtua Koswara memiliki tanah dan ada bangunan di Jalan AH Nasution, Ujungberung seluas 3000 meter persegi.
Satu tanah dan bangunan 3x2 meter persegi disewa oleh Deden untuk jadi toko.
Namun pada 2020, Koswara tidak menyewakannya lagi ke Deden karena tanah itu tanah warisan dan akan dijual.
Hasil penjualannya akan dibagikan ke adik-adiknya.
Namun, Deden bereaksi.
Deden sempat membayar biaya sewa untuk tahun 2021 namun oleh Koswara, uangnya dikembalikan.
Konflik muncul. Deden tak terima dengan pengembalian uang itu.
Akhirnya, ia mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum perdata ke bapaknya.
Gugatan disampaikan ke Pengadilan Negeri Kelas IA Khusus Bandung.
Deden mengkuasakan gugatannya itu ke Masitoh, yang tidak lain adalah adiknya dan juga anak dari Koswara.
Yang digugat, yakni, Hamidah, Imas, Koswara, PT PLN, BPN Kota Bandung dan ketua RT tempat tanah itu berada.
Dalam gugatannya, Deden meminta Koswara, Hamidah, dan Imas Solihah untuk membayar Rp 3 miliar jika Deden pindah dari toko tersebut.
Kemudian, membayar ganti rugi material Rp 20 juta dan immateriil senilai Rp 200 juta.
Hanya saja, Masitoh meninggal dunia pada Senin (18/1/2021).
"Bapak sudah tahu, Masitoh kakak saya meninggal dunia.
Tadi setelah dari pengadilan saya kasih tahu dan ke makamnya," ucap Hamidah, anak kelima Koswara.
Hamidah menyampaikan, di makam, bapaknya turut mendoakan Masitoh.
Hanya saja, ia tidak tahu apa yang dikatakan Koswara di makam anaknya, termasuk apakah Koswara memaafkan anaknya.
"Saya enggak tahu karena bapak tidak menyampaikan secara langsung. Saat ini bapak sehat," ucap Hamidah.
Pada wawancara pekan lalu, Hamidah mengungkap bahwa bapaknya sempat membuat surat pernyataan tertulis sebagai bentuk kekecewaannya pada anak-anaknya yang menggugat.
Bapaknya membuat surat tertulis bermaterai dengan cap notaris pada 11 Desember 2020 yang menyatakan dia tidak lagi mengakui Masitoh, Deden, Ajid dan Muchtar sebagai anaknya lagi.
"Iya, bapak saya menulis pernyataan tertulis tidak mengakui empat orang, Deden, Masitoh, Ajid dan Muchtar sebagai anaknya.
Itu ditandatangani tertulis oleh bapak saya, di hadapan notaris dan tujuh saksi.
Itu karena bapak saya sangat kecewa, padahal semuanya anak seibu sebapak," ucap Hamidah, saat diwawancara Selasa pekan lalu. (*)
Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Kakek Koswara Digugat Anak Rp 3 M, Seusai Sidang Baru Tahu Anak yang Menggugatnya Meninggal
Baca juga: Oknum ASN Terpergok Bercinta Dalam Mobil, Saat Pintu Dibuka Pakaian Sudah Acak-acakan
Baca juga: Kemenkes Operasionalkan RS Kapal Tangani Korban Gempa 6,2M Sulbar
Baca juga: Pembunuhan Mahasiswa Telkom, Jo Sempat Isap Rokok di Depan Kontrakan Setelah Habisi Fathan
Baca juga: AC Milan Resmi Boyong Mario Mandzukic, Bukti Serius Rossoneri Buru Gelar Scudetto