Berita Sragen
Heboh! Uang PKH Warga Desa Tanon Sragen Hilang Rp 100 Ribu
Puluhan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) warga Dukuh Tanon, Desa Tanon, Sragen hilang Rp 100 ribu.
Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: Daniel Ari Purnomo
Sutrini salah ketua kelompok penerima PKH mengaku hanya memberikan uang tersebut kepada penerima.
Dia hanya menerima uang tersebut di dalam amplop yang diberikan oleh agen BNI.
"Saya tidak tahu jika ada kehilangan ini, saya hanya menerima amplop dari agen BNI dan saya bagikan ke penerima manfaat.
Kemarin ada yang lapor bahwa tidak sesuai dengan jumlah semestinya akhirnya di print buku tabungan munculah sudah ditarik Rp 100 ribu," katanya.
Salah Paham
Ketika Tribunjateng.com mendatangi salah satu agen partner BNI 01, Freshitina Miftahul Janah di kediamannya, dirinya mengaku tidak melakukan penarikan di ATM Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Dirinya bahkan berani membuat surat pernyataan yang berisikan bahwa dirinya tidak melakukan penarikan tunai dari ATM KPM di atas materai.
Freshitina berdalih hanya terjadi miss komunikasi antara dia dan KPM.
Dia mengaku uang sebelumnya masuk Rp 500 ribu, lalu Rp 100 ribu menyusul.
"Saya tidak pernah menggesek atau mengambil uang tersebut di ATM.
Saya ambil Rp 500 ribu, Rp 100 ribu menyusul sampai akhir bulan."
"Sebenarnya masuk uang PKH itu cuman sekali, tapi ada yang masuk lagi Rp 100 ribu.
Ini hanya kurang komunikasi dan salah paham," katanya.
Sementara itu Kepala Desa Tanon, Luqman Hakim mengaku telah mendapatkan laporan tersebut.
Dirinya langsung bertemu dengan pendamping PKH dan perwakilan warga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/buku-tabungan-kpm-sragen.jpg)