Breaking News:

Berita Kebumen

Pejabat dan Tokoh Kebumen Tidak Jadi Divaksin, Ini Alasannya

Tujuh pejabat utama di Kabupaten Kebumen batal menjadi penerima pertama vaksin Sinovac.

Tribun Jateng/Agus Iswadi
Simulasi distribusi vaksin di Kebumen, Rabu (13/1/2021) 

TRIBUNBANYUMAS. COM, KEBUMEN - Tujuh pejabat utama di Kabupaten Kebumen batal menjadi penerima pertama vaksin Sinovac. Termasuk di dalamnya Wakil Bupati Arif Sugianto yang sekaligus Bupati Kebumen terpilih. 

Pada tahap pertama pemberian vaksin ini, mulanya akan menyasar 10 pejabat utama dan tokoh Kebumen yakni , Wakil Bupati Arif Sugiyanto, Sekretaris Daerah Ahmad Ujang Sugiono, Ketua DPRD Sarimun, Kepala Kejari Slamet Riyanto, Kapolres AKBP Piter Yanottama, Dandim Letkol Kav MS Prawira Negara Matondang, dan Ketua Pengadilan Negeri Sapto Supriyono. 

Kemudian Kepala Kantor Kemenag Kebumen Panut, Ketua MUI Kebumen KH Nur Sodik, dan Pimpinan Gereja Katolik Kebumen

Tetapi hanya 3 pejabat yang akhirnya dinyatakan memenuhi syarat untuk divaksin setelah dilakukan skrining. Mereka meliputi Kapolres Kebumen, Dandim 0709 Kebumen dan Pimpinan Gereja Katolik Kebumen.

"Hanya ada 3 yang lolos uji skrining, jadi yang 7 pejabat lainya belum bisa di vaksin,’’ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kebumen dr Dwi Budi satrio, Senin (25/1/2021). 

Budi mengatakan, Bupati dan Wakil Bupati Kebumen tidak bisa menjalani vaksinasi, termasuk Sekda Kebumen.  Dalam aturan vaksinasi, ternyata hanya diprioritaskan bagi usia 18 hingga 59 tahun. Selain itu vaksin juga tidak bisa diberikan kepada seseorang yang pernah terkonfirmasi covid 19. 

Bupati Kebumen Yazid Mahfudz jelas tidak masuk prioritas karena saat ini telah berusia 63 tahun. Sedangkan Wakil Bupati Arif Sugiyanto sendiri pernah terkonfirmasi Covid 19 dan telah terbentuk antibodi yang bagus.

Sementara Sekda Kabupaten kebumen tidak lolos karna uji skrining karena kondisi kesehatannya kurang memungkinkan, serta tensi darah sedang tinggi.  Begitu juga 4 pejabat utama lainya yang hari ini tidak bisa menjalani vaksinasi karena tak masuk kriteria prioritas penerima vaksin

‘"Setelah dilakukan uji skrining dan kita cocokan dengan kreteria yang ditentukan, hanya ada 3 pejabat yang bisa diberi vaksin,’’ katanya

Kepala Dinas Kesehatan Kebumen dr Dwi Budi satrio menyampaikan, Kabupaten Kebumen mendapatkan alokasi vaksin sebanyak 12.800 dosis yang sudah diterima pada tanggal 23 Januari 2021 kemarin.  

Setiap orang yang divaksin nantinya akan mendapatkan dua kali suntikan dengan jeda waktu 14 hari atau dua minggu. Satu dosis vaksin digunakan untuk satu orang, yakni untuk dua kali penyuntikan. 

Terkait fase vaksinasi, Budi menyampaikan, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi pasca imunisasi. Pemerintah juga telah membentuk Tim KIPI, yakni Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi, guna mennanggulangi efek usai diimunisasi. Penerima vaksin juga akan diberikan sertfikat vaksinasi. 

Bupati Kebumen Yazid Mahfudz mengatakan, pemberian vaksin akan dilaksanakan 4 tahap. Tahap pertama untuk Tenaga SDM Bidang Kesehatan, tahap kedua untuk Petugas Pelayanan Publik, tahap ketiga untuk Masyarakat Rentan, dan tahap keempat untuk Pelaku Ekonomi Sosial dan Masyarakat Umum.

Yazid  mengimbau masyarakat agar menaati peraturan pemerintah serta tidak perlu takut divaksin. Bupati memastikan vaksin aman bagi masyarakat.

‘’Masyarakat harus taat mematuhi aturan pemerintah, dan vaksin ini dipastikan aman dan halal," katanya. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved