Berita Banyumas
Bupati Sadewo Geram, Ultimatum Puskesmas Stop Pungutan, Warga Banyumas Berobat Wajib Gratis
Bupati Sadewo Tri Lastiono geram karena masih ditemukan pungutan biaya kepada masyarakat Banyumas, padahal itu layanan kesehatan gratis.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
Ringkasan Berita:
- Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono geram karena masih ditemukan adanya pungutan biaya untuk mendapatkan layanan kesehatan, utamanya di Puskesmas.
- Bupati menginstruksikan kepada seluruh puskesmas dan klinik agar memberikan pelayanan, termasuk membantu pembiayaan sementara bagi warga yang kepesertaannya belum aktif.
- Capaian UHC di Kabupaten Banyumas saat ini mencapai 98 persen untuk total kepesertaan JKN, dengan kepesertaan aktif 80 persen.
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono geram karena masih ditemukan adanya pungutan biaya kepada masyarakat, meskipun program pelayanan kesehatan gratis telah disepakati bersama, utamanya di seluruh Puskesmas.
Dia tak ingin mendengar lagi ada keluhan masyarakat harus bayar uang administrasi Rp10 ribu dan uang berobat Rp15 ribu.
Padahal hal itu sudah sangat jelas harus gratis di Kabupaten Banyumas.
Dia menilai, pelayanan kesehatan gratis bagi warga Banyumas yang memiliki KTP Banyumas harus diberikan tanpa syarat yang berbelit.
Baca juga: Banyak Warga Banyumas Tak Laporkan Kematian Keluarga Agar Tak Kehilangan Bansos
• Bupati Sadewo Batasi Peserta Perjalanan Dinas Pemkab Banyumas: Maksimal 4 Orang
"Tidak peduli dari mana saja, masyarakat Banyumas datang ke Puskesmas sudah tidak usah ditanya macam-macam," katanya.
Meski demikian, dia mengakui dalam kondisi tertentu, ketika kepesertaan belum aktif di hari yang sama, pasien mungkin masih dikenakan biaya sementara sekira Rp10 ribu hingga Rp15 ribu.
Namun menurutnya, hal tersebut seharusnya bisa ditangani melalui dana CSR atau UPZ di masing-masing puskesmas.
"Sehari juga yang berobat tidak sampai lima orang. Kalau dihitung, itu kecil. Kali Rp25.000 saja, juga bisa dimintakan penggantian," jelasnya.
Bupati menyebut masih ada persoalan di lapangan, termasuk laporan dari masyarakat terkait pungutan biaya contohnya ada di Puskesmas Purwokerto Barat.
Dia pun meminta adanya pengawasan ketat terhadap pelayanan di puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya.
"Dengan saya ngomong keras ini, karena saya mendapatkan aduan dari banyak masyarakat."
"Tentunya saya akan minta untuk diawasi," ujarnya.
Siap Keluarkan Dana Pribadi
Sadewo pun kembali menegaskan secara keras dan tegas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Banyumas harus benar-benar gratis melalui program Universal Health Coverage (UHC).
Bahkan dia siap menggunakan uang pribadinya untuk menanggung biaya warga apabila diperlukan.
| Harga Tiket Festival Lampu Lumiland Banyumas, Sensasi Wisata di Dunia Avatar |
|
|---|
| Pemkab Banyumas Bidik Pasar Kerja Global, Job Fair 2026 Sediakan 2.948 Lowongan dari 61 Perusahaan |
|
|---|
| SPMB Banyumas 2026 Siap Digelar, Pemkab Perkuat Server hingga Koordinasi dengan PLN |
|
|---|
| SPMB SD di Banyumas 2026 Mulai Full Online di Eks Kotip Purwokerto |
|
|---|
| Sejumlah Perubahan SPMB SMP di Banyumas 2026, Jalur Domisili juga Diperluas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260409-_-Bupati-Banyumas-Sadewo-Tri-Lastiono.jpg)