Breaking News:

Berita Banyumas

Modus Yun Salurkan Pekerja Migran Secara Ilegal, Korban Kini Tak Bisa Dihubungi

"Tersangka memberangkatkan LSA (22) warga Kemranjen untuk bekerja sebagai ART di Malaysia dengan cara membuat passport biasa (kunjungan)

TribunJateng.com/Permata Putra Sejati
Satreskrim Polresta Banyumas saat memeriksa Yun tersangka yang menyalurkan pekerja migran Indonesia secara ilegal, pada Kamis (21/1/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Yun (42) warga Patikraja, Banyumas ini diamankan Polresta Banyumas karena menyalurkan pekerja migran Indonesia secara ilegal, Kamis (21/1/2021).

Peristiwa tersebut terjadi di perusahaan atau PT yang bergerak di bidang jasa penempatan pekerja migran Indonesia dengan alamat kantor di wilayah Kecamatan Patikraja pada Januari 2020 lalu.

"Tersangka memberangkatkan LSA (22) warga Kemranjen untuk bekerja sebagai ART di Malaysia dengan cara membuat passport biasa (kunjungan).

Update Virus Corona Jawa Tengah Selasa 26 Januari 2021

Pengakuan MA Wanita di Video Tak Senonoh di Halte Jalan Kramat Raya Jakarta: Sudah Beberapa Kali

Hasil Drawing BWF World Tour Finals, Dua Wakil Indonesia Berada di Grup Neraka

Kemudian memberikan dalih bahwa korban akan berangkat untuk berlibur dengan menunjukkan tiket perjalanan pulang-pergi seolah akan berlibur ke Malaysia kepada pihak Imigrasi," ujar Kapolresta Banyumas Kombes Pol M. Firman L. Hakim, melalui Kasat Reskrim, Kompol Berry, kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (26/1/2021).

Sebelum pemberangkatan ke Malaysia, korban menginap di rumah pelaku selama satu Minggu dan diberikan pelatihan berupa adat kebiasaan orang Malaysia maupun bahasa yang digunakan di Malaysia oleh pelaku.

Kemudian pelaku mendampingi korban untuk berangkat melalui Bandara di Yogyakarta menuju Batam, setelah dari Batam menggunakan kapal menuju Malaysia.

Sesampainya di Malaysia pelaku bersama korban menemui agen yg merupakan kenalan pelaku untuk akhirnya korban diantar dan dipekerjakan dengan bos tempat korban akan bekerja.

"Pelaku diberi upah oleh bos korban di Malaysia sebesar 6000 Ringgit atau sekitar 20 juta rupiah," ucapnya.

Lebih lanjut Kasat Reskrim menambahkan bahwa pelaku YUN merupakan Kacab PT tersebut, akan tetapi dalam perkara ini yang bersangkutan bertindak atas perorangan bukan PT.

Selain itu sejak bulan Mei 2020, korban tidak bisa dihubungi oleh keluarga dan keberadaan masih di Malaysia atau tidak dapat dipulangkan ke Indonesia dengan alasan Malaysia menerapkan Lockdown keluar negara.

Saat ini YUN beserta barang bukti berupa satu set komputer merk Acer, satu buah HP merk Oppo Reno 3 warna silver, satu bundel foto copy KK, Ijazah SD SMP SMA, KTP dan biodata korban LSA dan satu bundel foto copy persyaratan pengajuan pasport kunjungan milik korban telah diamankan di Mapolresta guna penyidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, YUN dijerat Pasal 81 jo Pasal 69 UU No 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. (Tribunbanyumas/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved