Breaking News:

Berita Karanganyar

Makam Ayah Tien Soeharto Menjadi Cikal Bakal Astana Giribangun Karanganyar

Pintu masuk kompleks Astana Giribangun masih dihiasi karangan bunga ucapan belasungkawa.

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Pintu masuk kompleks Astana Giribangun yang berada di Desa Girilayu Kecamatan Matesih Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah, masih dihiasi karangan bunga ucapan belasungkawa atas kepergian mantan KSAD Jenderal TNI Purnawirawan, Wismoyo Arismunandar, Jumat (29/1/2021). 

Wismoyo meninggal dunia kemarin atau berselang sehari dari ta

Pengelola Astana Giribangun Kecamatan Matesih Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah, Sukirno.
Pengelola Astana Giribangun Kecamatan Matesih Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah, Sukirno. (Tribun Jateng/Agus Iswadi)

nggal meninggalnya Soeharto pada 27 Januari. Jenazahnya kini telah disemayamkan di samping makam putrinya di selasar Argosari atau satu kompleks dengan makam Presiden ke-2 RI. 

Pengelola Astana Giribangun, Sukirno menyampaikan, sejak peletakan batu pertama pada 1974 sampai saat ini, ada 24 jenazah yang sudah disemayamkan di kompleks makam yang dikelola Yayasan Ibu Tien Soeharto.

Lima makam berada di bagian utama Cungkup Argosari, yakni makam pasangan Soemarharjomo atau ayah dan ibu dari Tien Soeharto, Siti Hartini Oudang, Tien Soeharto dan Soeharto. Sedangkan sisanya berada di luar bangunan utama atau selasar termasuk makam Wismoyo Arismunandar.

Komplek makam dengan desain joglo itu dibangun oleh Yayasan Mangadeg dengan proses pembangunan selama dua tahun, mulai daria pemerataan tanah hingga selesai pembangunan bangunan. Selain cungkup, di komplek tersebut dilengkapi paseban atau gazebo serta masjid. 

Dia menceritakan, kompleks makam ini memiliki luas secara keseluruhan sekitar 8 hektare dan berada di ketinggian 660 meter di atas permukaan laut. Astana Giribangun memiliki tiga tingkatan yakni Argo Tuwuh, Argo Kembang dan Argosari. 

"Argo Tuwuh itu ibarat manusia lahir. Argo Kembang itu perjalanan hidup yang terus berkembang. Kemudian Argosari itu, ibaratnya tinggal sarinya, menghadap yang kuasa," katanya kepada Tribunjateng.com. 

Sukirno menjelaskan, sebelum dijadikan kompleks makam, dulu tempat ini merupakan sebuah gunung atau bukti. Hingga akhirnya Ibu Tien menunjuk lokasi ini untuk perluasan dari Astana Mangadeg yang lokasinya berada tidak jauh dari Astana Giribangun

Sebelum meninggal, Ibu Tien dan Soeharto kerap berziarah ke Astana Mangadeg. Mengingat, Ibu Tien merupakan keturunan atau masih satu trah dengan KGPA Mangkunegaran III. 

"Cikal bakal makam ini, bapaknya Ibu Tien yang wafat pada 1972. Karena ini belum ada, dulu dimakamkan di Istana Layu Solo. Setelah makam ini jadi, kerangkanya dipindah sini sebagai cikal bakal (makam pertama)," ungkap pengelola Astana Giribangun

Dia menuturkan, jenazah yang dimakamkan di sini merupakan keluarga dari Ibu Tien Soeharto dan para kerabat. Astana Giribangun dijadikan sebagai tempat ziarah setiap momen tertentu seperti HUT TNI, Hari Jadi Karanganyar atau hari biasa. (*)

Foto ilustrasi. Cungkup Argosari yang berada di Astana Giribangun Kecamatan Matesih Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah. U
Foto ilustrasi. Cungkup Argosari yang berada di Astana Giribangun Kecamatan Matesih Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah. U (Tribun Jateng/Agus Iswadi)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Penulis: Agus Iswadi
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved