Berita Viral
Pengakuan Bocah SD yang Curi Motor Pak RT Pak RW dan Pensiunan Polisi, Ditinggal karena Bensin Habis
GA bercerita jika ia tak memiliki keahlian khusus atau menggunakan alat saat menjalankan aksinya
GA mengaku tak menjual motor curiannya.
Ia menggunakan motor tersebut untuk berkeliling di wilayah Caruban.
Setelah bahan bakar habis, ia meninggalkan motor dan kuncinya di pinggir jalan.
Meski tertangkap tangan mencuri sepeda motor, GA tidak ditahan karena masih anak-anak.
Meski begitu, proses hukum tetap berlanjut.
“Karena pelaku umurnya masih di bawah 12 tahun maka dikembalikan ke orang tuanya. Namun proses hukumnya tetap jalan,” kata Sigit.
Didampingi petugas dinas sosial
Saat diperiksa kepolisian, GA ditemani petugas dinas sosial dan Bapenas.
Petugas dari dinas sosial dan Bapas akan mendampingi pelaku dan orangtuanya selama tujuh hari.
Mereka juga melakukan peneilitan di lingkungan tempat tinggal pelaku untuk mencari tahu perilaku anak tersebut.
Hasil penelitian itu akan diserahkan ke pengadilanuntuk penetapan penanganan kasus pencurian sepeda motor tersebut.
"Nanti kalau di pengadilan penetapannya anak itu dikembalikan ke Dinas Sosial dan Bapas untuk pengawasan maka polisi akan SP3," jelas Sigit.
Ia mengatakan Bapas dan dinas sosial memiliki wewenang menentukan GA diserahkan ke panti rehabilitasi atau orangtuanya.
Jika dikembalikan ke orangtua maka GA diawasi selama enam bulan oleh Bapas dan dinas sosial.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Cerita Bocah 11 Tahun Curi Motor demi Terlihat Keren, Tinggalkan Hasil Curian di Jalan karena Bensin Habis