Berita Banjarnegara
Polisi hingga Ormas Sengkuyung Bantu Korban Longsor Desa Glempang Banjarnegara
Beban para pengungsi berlebih karena bersamaan dengan pandemi Covid 19 yang melumpuhkan ekonomi masyarakat
Penulis: khoirul muzaki | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA-Bencana tanah bergerak di Desa Glempang, Kecamatan Mandiraja Banjarnegara memaksa puluhan warga harus mengungsi. Rumah mereka rusak karena longsor sehingga harus dibongkar.
Beban para pengungsi berlebih karena bersamaan dengan pandemi Covid 19 yang melumpuhkan ekonomi masyarakat. Kondisi para pengungsi yang memprihatinkan melahirkan kepedulian dari berbagai pihak untuk membantu mereka.
Sejumlah instansi atau komunitas dari Polres Banjarnegara, Rumah Sakit Islam (RSI) , RS Emanuel, Ojol dan STIMIK Tunas Bangsa misalnya, bergerak bersama untuk mendistribusikan bantuan berupa sembako kepada korban longsor.
Tak hanya itu, mereka juga membantu memasak di dapur umum untuk melayani warga korban bencana tanah bergerak di Desa Glempang Mandiraja Banjarnegara.
"Kami juga melakukan layanan kesehatan untuk relawan dan warga yang terdampak musibah,” kata Wakapolres Banjarnegara Kompol Eko Yulianto, Jumat (29/1/2021)
Ia berharap, kegiatan sosial yang dilaksanakan ini bisa memberi manfaat bagi warga terdampak bencana alam.
Kepedulian terhadap korban longsor Desa Glempang juga datang dari Organisasi Masyarakat (Ormas) di Banjarnegara. PAC Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Purwanegara mendistribusikan bantuan sembako kepada korban bencana yang diwakili Kades Glempang Sugiono, kemarin Kamis (28/1/2021).
Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Purwanegara Musiyam mengatakan, pihaknya membantu kebutuhan logistik korban berupa beras dua kuintal dan mie instan. Tak hanya itu, pihaknya juga menyumbang pakaian pantas pakai untuk para korban.
"Mudah-mudahan sedikit membantu meringankan beban warga terdampak di Desa Glempang, " katanya
Sebelumnya, bencana tanah bergerak terjadi di Dusun Mertinggi Desa Glempang Kecamatan Mandiraja Banjarnegara, Rabu (13/1/2021). Akibat kejadian itu, 8 keluarga yang terdiri dari 20 jiwa mengungsi di tiga tempat pengungsian.
Sebab rumah yang mereka tempati rusak parah karena longsor. Bangunan warga yang rusak dan terancam terpaksa dibongkar. Daerah tersebut tidak memungkinkan ditempati lagi sehingga warga harus dievakuasi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/penyerahan-bantuan-logistik-dari-pac-gp-ansor-kecamata2021.jpg)