Breaking News:

Berita Video

Video Pedagang Buah Musiman di Gunungpati Berburu Rezeki

Bagi warga Gunungpati,Kota Semarang musim panen buah saatnya untuk mengunduh rezeki

Penulis: iwan Arifianto | Editor: abduh imanulhaq

Durian lokal harga variatif mulai harga Rp 75 ribu - Rp 150 ribu.

Harga itu, sambung dia, masih bisa ditawar oleh pembeli.

"Keuntungan perhari bisa beragam paling sepi Rp 100 ribu.

Pendapatan sangat dipengaruhi oleh jualan hasil durian.

Jika banyak menjual buah durian keuntungan makin besar," ujarnya.

Dia menyebut, biasa mangkal di seberang Kantor Kelurahan Sadeng.

Biasanya dia jualan hari Jumat hingga Minggu.

Namun hari biasa juga jualan kalau buah di kebun harus lekas dipanen.

"Ya jualan gini tidak ada modal.

Kendala cuma hujan saja," paparnya.

Menurutnya, ada belasan bahkan mungkin puluhan para warga yang melakoni sebagai penjual buah musiman seperti dirinya.

Akan tetapi sekarang sudah agak berubah tak seperti dulu lagi.

Seperti buah durian yang dijual di sepanjang jalan tersebut tak selalu hasil kebun warga Gunungpati.

"Ada yang beli dari luar Gunungpati terus menjualnya di sini.

Mungkin karena hasil kebun mereka kurang atau apa saya tidak tahu," ungkapnya.

Di pandemi Covid-19,kata dia, ternyata membuat dagangan buahnya makin ramai.

Rambutan dan durian laris manis jadi primadona pembeli.

"Tidak tahu kenapa banyak yang beli buah sekarang," terangnya.

Kendati demikian, dia mengaku, panen durian tahun ini tak sebanyak tahun-tahun sebelumnya.

Pasalnya, cuaca buruk berupa hujan angin yang melanda wilayah Gunungpati menyebabkan bunga durian rontok sehingga mempengaruhi hasil panen.

"Tetap disyukuri seberapun hasil alam yang diberikan.

Banyak ya kenyang.

Sedikit ya tahan,"kata dia.

Seorang pembeli, Wasis mengatakan,sudah belasan tahun menjadi pelanggan buah durian di wilayah Sadeng.

Lantaran kualitas buah durian lokal yang dijual warga setempat lebih terjamin rasanya.

"Mereka jualan hasil kebun sendiri.

Tak heran rasanya terjamin.

Harga juga bisa ditawar.

Kalau sudah kenal malah dikasih bonus.

Mereka kadang menganggap pembeli seperti saudara.

Beli satu dikasih dua," jelasnya warga Manyaran ini. (Iwn)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE:

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved