Sabtu, 25 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Italia Cabut Permanen Penjualan Senjata Ke Arab Saudi & UEA Demi Alasan Perdamaian Dunia

Jaringan Perdamaian dan Pelucutan Senjata Italia, sebuah kampanye kelompok, memuji langkah "bersejarah" dan memperkirakan bahwa pesanan untuk lebih da

Editor: m nur huda
AFP / NABIL HASSAN
Pasukan pro pemerintah Yaman yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi berkumpul di sela pertempuran melawan pemberontak Houthi di bandara Hodeidah, Senin (18/6/2018). 

TRIBUNJATENG.COM, ROMA - Italia pada Jumat (29/1/2021) mencabut persetujuan penjualan senjata ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab ( UEA) atas konflik Yaman, membuat permanen penangguhan sementara selama 18 bulan.

"Sekarang saya mengumumkan pemerintah mencabut otorisasi ekspor rudal dan bom pesawat ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab," kata Menteri Luar Negeri Luigi Di Maio seperti yang dilansir dari AFP pada Jumat (29/1/2021).

"Ini tindakan yang kami pertimbangkan untuk pesan damai yang jelas datang dari negara kami. Bagi kami, penghormatan terhadap hak asasi manusia adalah komitmen yang tidak terpatahkan," lanjut Di Maio.

Bitcoin Melonjak 14 Persen Hari Ini Setelah Elon Musk Bikin Tagar di Twitter

Kabaharkam Perintahkan Jajarannya Kerja Cepat Realisasikan Program Kerja 100 Hari Kapolri

Bom Meledak di Dekat Kedubes Israel, Langsung Disebut Ulah Teroris

Pemeran Kang Pipit di Preman Pensiun Meninggal, Pernah Jadi Preman di Kehidupan Nyata

Maio tidak menyebut Yaman di sini, tapi ia telah menyinggung konflik di sana ketika dia memerintahkan penangguhan awal pada Juli 2019.

Jaringan Perdamaian dan Pelucutan Senjata Italia, sebuah kampanye kelompok, memuji langkah "bersejarah" dan memperkirakan bahwa pesanan untuk lebih dari 12.700 persenjataan dibatalkan.

Tindakan itu "mengakhiri, sekali dan untuk semua, kemungkinan bahwa ribuan persenjataan yang diproduksi di Italia dapat menyerang fasilitas sipil, menyebabkan korban di antara penduduk atau berkontribusi untuk memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah serius", kata kelompok itu.

Pada 2019, beberapa negara Uni Eropa membeekukan penjualan senjata ke Arab Saudi, yang memimpin koalisi militer memerangi  Syiah yang didukung Iran di Yaman, sebuah konflik yang telah menewaskan puluhan ribu orang.

Menurut angka terbaru Italia hingga pada 2019, Arab Saudi dan UEA berada pada peringkat 10 dan 11 dalam daftar pasar terbesar untuk negara tujuan ekspor senjata Italia.

Nilai ekspor ke Arab Saudi hingga 105,4 juta euro (Rp 1,8 triliun), sedangkan ke UEA 89,9 juta euro (Rp 1,5 triliun).

Davos di gurun

Keputusan Italia untuk menghentikan permanen penjualan senjata ke Arab Saudi dan UEA datang setelah kontroversi mantan Perdana Menteri Italia yang tampil sebagai tamu di acara tingkat tinggi yang diselenggarakan oleh Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman.

Renzi, musuh lama Di Maio, berada di bawah sorotan Roma karena penarikan diri dari koalisi yang berkuasa pada awal bulan ini dan memaksa pengunduran diri Perdana Menteri Giuseppe Conte.

Di Riyadh, ia berbicara di Future Investment Initiative (FII), yang dijuluki "Davos di gurun" dalam sebuah video yang tampaknya direkam sebelumnya dengan pangeran MBS.

Terlepas dari kekhawatiran lama tentang catatan hak asasi manusia Arab Saudi, Renzi mengatakan bahwa minyak monarki Teluk "bisa menjadi tempat kebangkitan baru untuk masa depan".

Surat kabar Italia, Domani, yang memberitakan berita tentang pertunangan Renzi di Saudi, mengatakan dia menerima 80.000 dollar AS (Rp 1,1 miliar) setahun karena menjadi anggota dewan penasihat FII.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved