Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Anak Dibunuh Ibu Kandung dan Ayah Tiri, Mayat Dimasukkan ke Dalam Drum Isi Air, Ibu Angkat Menyesal

 Dunia seakan berbalik, bocah enam tahun, Zubaidi Amir Qusyairi Abd Malek, meninggal dunia diduga dianiaya ibu kandung dan ayah tirinya di rumah

Editor: galih permadi
harian metro
Kesedihan Orangtua Angkat Melihat Bocah yang Diasuh sejak Umur 2 Bulan Tewas di Tangan Ibu Kandung. Norlida didampingi putrinya memperlihatkan foto Amir 

"Apabila anak saya melambai ke arahnya dan ajak bermain, Amir tidak membalas dan segera masuk ke dalam rumah.

"Dengan ibu bapanya juga kami jarang ngomong," katanya.

Seorang lagi jiran berusia 43 tahun mengaku sempat bertanya petugas kesehatan yang mengevakuasi mayat Amir.

Petugas kesehatan mengatakan korban kemungkinan sudah lama meninggal dunia.

"Saya bergegas keluar rumah setelah melihat ada ambulans dan diberitahu ayah tiri korban anaknya meninggal dunia dalam drum. Pada masa sama, saya juga melihat ibu korban duduk di atas sofa sambil menangis.

Dia sering mendengar suara tangisan anak di rumah korban namun tidak mengambil serius karena menganggapnya biasa bagi keluarga yang mempunyai anak-anak.

Norlida tidak bisa menyembunyikan kesedihan dan penyesalan atas kematian Adik, sapaa akrab Amir saat dirawat keluarga angkatnya.

Menurut Norlida, kali terakhir bertemu anak angkatnya pada November lalu di Rawang, Selangor, sebulan setelah diserahkan kepada keluarganya di Krubong.

"Saya menyesal… sepatutnya saya pertahankan Adik tetapi karena paham keadaan ibunya yang mungkin menanggung rindu, jadi saya rela dan biarkan dia kembali ke pangkuan mereka.

"Tetapi saya tidak menyangka anak yang diasuh dengan penuh kasih sayang hilang sekelip mata dalam keadaan sebegitu," katanya.

Norlida mengatakan selama lebih enam tahun menjaga Adik, ibu kandung Amir hanya beberapa kali datang bertemu, seperti saat mau masuk sekolah sehingga dibutuhkan dokumentasi dari ibu kandung.

Norlida tidak menyangka yang ibu kandung Adik menutup komunikasi dengannya setelah Amir diserahkan Oktober 2020.

"Ada sekali kami berpeluang bertemu dengannya secara sembunyi-sembunyi di kedai makan di Rawang ketika Adik dibawa bapa tirinya berjumpa kami dan Adik pernah cakap dia rindu Ummi (sebutan Amir untuk Norlida)," katanya.

Norlida mengatakan Adik merupakan anak peramah, periang dan mudah bergaul meski baru kenal.

Tuhfah Nazihah, 25, anak Norlida, mengungkap kesedihan ibunya saat melepas Adik yang dijemput ibu dan ayah tirinya Oktober 2020. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved