Berita Regional
Kronologi Jenazah Pasien Covid-19 Tertukar, Ketahuan Sang Anak Saat Dimasukan Liang Lahat
MNH, anak dari pasien Covid-19 yang meninggal itu, mengaku kecewa mendapati peti jenazah ayahnya tertukar dengan orang lain.
TRIBUNJATENG.COM, MALANG - Kasus jenazah pasien covid-19 yang tertukar berujung kepada pemukulan petugas oleh pihak keluarga, terjadi di Malang, Jawa Timur.
Itu terjadi karena petugas Public Safety Center (PSC) Kota Malang yang bertugas memakamkan jenazah pasien Covid-19 melakukan kesalahan, saat membawa peti dari Rumah Sakit Umum Daerah Saiful Anwar (RSSA).
MNH, anak dari pasien Covid-19 yang meninggal itu, mengaku kecewa mendapati peti jenazah ayahnya tertukar dengan orang lain.
• Hasil Liga Italia Bologna vs AC Milan: Rossoneri Tundukkan Tuan Rumah dengan Raih 3 Poin
• Hasil Liga Italia, Inter Milan vs Benevento: Romelu Lukaku Sempurnakan Kemenangan 4-0
• Hasil Liga Italia Sampdoria vs Juventus: Menang 2 Gol, Bianconeri Merangsek Ke Posisi Ketiga
• Hasil Liga Inggris Arsenal vs MU: Setan Merah Catatkan Rekor Terlama Laga Tandang Belum Terkalahkan
Menurut MNH, keluarganya sempat mensalati jenazah itu saat tiba di pemakaman.
Saat itu, keluarganya belum mengetahui ternyata peti jenazah itu keliru.
"Saat peti ini mau dimasukkan ke liang kubur, saya baru sadar karena posisi saya memang agak tinggi dari peti. Jadi saya lihat tulisan di peti itu bukan nama bapak saya," kata MNH di Mapolresta Malang Kota, Jumat (29/1/2021).
Pemakaman kloter keempat MNH mengaku memukul salah satu petugas PSC karena kesal yang memuncak
Ia tak habis pikir petugas membawa peti jenazah yang salah.
Kejadian itu bermula ketika dirinya menelepon pihak PSC untuk penyelenggaraan jenazah ayahnya yang meninggal karena Covid-19 di RSSA Kota Malang pada Kamis (28/1/2021).
Ia menanyakan pihak PSC tentang jadwal pemakaman ayahnya. Saat itu, petugas menjawab ayahnya akan dimakamkan pada kloter keempat.
"Terus saya tanya kira-kira itu jam berapa. PSC tidak bisa memastikan, lalu saya pulang dulu sambil menunggu konfirmasi selanjutnya," kata MNH.
Sekitar pukul 12.27 WIB, MNH mendapat telepon dari petugas PSC.
Petugas meminta MNH dan keluarganya bersiap karena kloter pemakaman ketiga telah berangkat.
MNH bersama sepupunya berangkat ke RSSA Kota Malang untuk menunggu penyelenggaraan jenazah.
"Saya sama sepupu berangkat berdua ke rumah sakit untuk menunggu. Sebagian (keluarga) ke makam," katanya.