Berita Tegal
13 Warga Desa Margamulya Tegal Terinfeksi Chikungunya Klinis, Gejala Demam Nyeri Sendi Muntah
13 warga Desa Margamulya Kabupaten Tegal terinfeksi virus Chikungunya Klinis bergejala
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: Daniel Ari Purnomo
Contohnya:
- memakai lotion anti nyamuk
- memakai baju lengan panjang
- memakai obat anti nyamuk
- memelihara ikan pemakan jentik nyamuk
- teknologi tepat guna (larvi trap)
- mengurangi menggantung baju di sembarang tempat
- dan lain-lain.
"Untuk pelaksanaan fogging (pengasapan) di Kabupaten Tegal pada tahun 2020 sebanyak 83 titik.
Sedangkan tahun 2021 ini belum ada, meskipun sudah ada penemuan 3 kasus DBD tapi memang belum memenuhi syarat untuk dilakukan fogging," ujarnya.
Adapun syarat untuk bisa melakukan fogging atau pengasapan, karena tujuan fogging adalah memutus rantai penularan maka harus dibuktikan di lokasi tersebut ada penularan.
Penularan bearti minimal ada dua kasus, entah penularan Demam Dengue (DD) Demam Berdarah Dengue (DBD), atau Chikungunya.
Selain itu ada rentang waktu dan jarak penularannya.
Untuk rentang jarak maksimal 100 meter dan waktu penularannya maksimal satu minggu.
Jika lebih dari itu maka dianggap tidak saling berkaitan.
"Di lokasi yang akan di fogging juga harus dibuktikan adanya jentik nyamuk lebih dari 5 persen dari rumah yang diperiksa.
Karena bisa saja faktor penularannya bukan di rumah melainkan di sekolah atau tempat lainnya, jadi nantinya yang akan disemprot (fogging) ya sekolahnya bukan di rumah," terang Johan.
(dta)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/fogging-tegal.jpg)