Berita Banjarnegara
Perjalanan Panjang Nenek yang Diduga Mencopet di Pasar Mandiraja, Wajah Menghiba Hampir Diamuk Massa
Dalam video amatir warga, seorang nenek berhijab hijau terlihat diinterogasi oleh warga pasar dengan nada keras
Penulis: khoirul muzaki | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Warganet Banjarnegara akhir-akhir ini digemparkan dengan berita tertangkapnya seorang nenek yang diduga mencopet di Pasar Mandiraja, Sabtu (30/1/2021).
Dalam video amatir warga, seorang nenek berhijab hijau terlihat diinterogasi oleh warga pasar dengan nada keras.
Ia terus ditekan hingga kerudungnya dijambak agar mengakui perbuatannya.
Terdengar pula teriakan warga lain yang murka atas perbuatan nenek itu.
"Pateni bae" (Bunuh saja!).
Tetapi ia beruntung saat itu.
Meski terlihat emosi, warga tak lantas menghakiminya dengan kekerasan fisik.
• Saya Dibawa Terbang, Kata Tatang Korban Amukan Angin Puting Beliung di Pamekasan
• Klasemen Serie A Liga Italia, AC Milan Tak Terkejar, AS Roma Gusur Juventus
• Meski Dibayar Selangit, Agnez Mo Tolak Promosi Lagu di Strip Club
Perempuan kurus dan lemah itu pun digiring ke Mapolsek yang lokasinya tak jauh dari pasar.
Nenek itu ternyata bukan warga lokal.
Ia datang dari Kabupaten Cilacap yang menjadi tempat tinggalnya.
"Dia asalnya Cilacap, datang ke pasar Mandiraja, " kata Kapolsek Mandiraja AKP Suyit Munandar, Senin (1/2/2021).
Polisi pun lantas memeriksa nenek berinisial RT itu di Mapolsek Mandiraja.
Dari hasil pemeriksaan polisi, terungkap kronologi nenek itu sampai di pasar Mandiraja hingga diduga melakukan aksi pencopetan.
Dilihat dari usianya, RT, warga Kecamatan Majenang Cilacap sebetulnya belum terlalu tua, sekitar 48 tahun.
Hanya tubuhnya sudah terlihat rapuh.
Keriput di wajahnya hampir penuh.
Badannya mungil dan kurus.
Punggungnya sedikit membungkuk.
Langkahnya sudah melambat.
Jelas, wanita itu sepertinya tak bakat jadi pencuri yang butuh kemampuan lari cepat.
Wajar saja ia mudah tertangkap.

Dan saat itu jiwanya seperti hilang keseimbangan.
Di hadapan pria-pria gagah yang terus membentaknya, ia tampak ketakutan.
AKP Suyit mengatakan, RT menempuh perjalanan dari Cilacap hingga sampai Purwokerto Banyumas sekitar pukul 04.00 Wib atau waktu subuh.
Dari Purwokerto, kata dia, wanita itu menggunakan jasa ojek menuju Pasar Mandiraja Banjarnegara.
"Sampai di Mandiraja sekitar pukul 5.54 Wib, " katanya
Meski matahari masih merangkak, gelap belum sepenuhnya lenyap, sekitar pukul 06.00 Wib, suasana Pasar Pagi Mandiraja sudah riuh.
Di salah satu sudut persimpangan pasar, berjajar pedagang aneka sayur menjajakan dagangan.
Pengunjung berjubel untuk membeli aneka kebutuhan.
Seorang ibu merapat ke salah satu pedagang untuk membeli sayur.
Ia membawa tas yang diselempangkan ke belakang dalam keadaan menganga.
Konsentrasinya ke arah pedagang dan sayuran di depannya.
Melihat ada kesempatan, RT diduga timbul niat untuk mengambil barang beharga di dalam tas yang terbuka itu.
Ia memasukkan tangannya ke dalam tas.
Tetapi aksinya gagal lantaran lebih dulu ketahuan korban.
"Tangan ibu itu ikut terbawa saat tas itu ditarik pemiliknya, " katanya
Menyadari tasnya dirogoh, ia membentak RT dan memeringatkan perbuatannya yang tak terpuji.
RT sempat memohon maaf, lalu pergi meninggalkan tempat itu.
Ia mengarah ke pengendara sepeda motor yang stand by di sekitar tempat itu.
Tetapi teriakan "copet" yang melantang mengalihkan perhatian warga pasar ke arah perempuan itu.
Amarah mereka bangkit. RT tak bisa berkutik.
Tubuh rapuhya ditarik.
Ia dicecar habis-habisan untuk mengakui perbuatannya.
Suara-suara lantang warga yang mengepungnya membuatnya kian tercekam.
Wajahnya pucat. Kata-katanya berat.
Ia seperti memikirkan riwayatnya yang akan berakhir saat itu.
Tetapi warga cukup bijak.
Mereka tak menuruti emosi yang bisa memperburuk keadaan.
Warga memutuskan menyerahkan kasus itu ke Polsek Mandiraja yang tak jauh dari lokasi kejadian.
Kapolsek pun berterima kasih kepada warga yang tidak main hakim sendiri dan menyerahkan kasus itu ke pihak berwajib.
Sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Warga cukup sadar dengan tidak melakukan upaya yang tidak melewati batas sampai terjadi amuk massa, " katanya
Kasus itu pun berakhir damai dan diselesaikan secara kekeluargaan.
Korban merasa iba hingga tak memutuskan melapor dan melanjutkan perkara itu ke meja hijau. (*)