Kamis, 11 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Atap Ruang Kelas di SDN Bringin Semarang Rawan Ambrol, Lapuk Dimakan Rayap

Atap ruang kelas pada SDN 02 Desa Sambirejo, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang terancam ambrol karena kayu peyangga

Tayang:
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG/M NAFIUL HARIS
Seorang guru tengah memberikan materi pembelajaran secara daring di SDN 02 Sambirejo, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Selasa (2/2/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Atap ruang kelas pada SDN 02 Desa Sambirejo, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang terancam ambrol karena kayu peyangga mengalami lapuk akibat dimakan rayap.

Kepala SDN 02 Sambirejo Siti Sumainah mengatakan dari total enam ruang kelas yang ada, sebanyak tiga ruang kelas di antaranya mengalami kerusakan plafon sehingga kondisinya cukup membahayakan jika digunakan kegiatan belajar mengajar (KBM).

“Masing-masing ruang kelas 1, 2 dan 3. Kami berharap Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang bergerak cepat melakukan perbaikan gedung sekolah.

Untuk sementara ini, ke-tiga ruang kelas tersebut harus ditopang dengan batang bambu agar tidak ambrol,” terangnya kepada Tribunjateng.com, di lokasi SDN 02 Sambirejo, Desa Sambirejo, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Selasa (2/2/2021).

Menurut Sumainah, kerusakan pada atap tiga ruang kelas kali pertama diketahui pada bulan Agustus 2020 lalu, saat kegiatan belajar tatap muka di sekolah dihentikan akibat pandemi virus Corona (Covid-19).

Ia menambahkan, semula kerusakan bagian atap ruang kelas terjadi pada ruang kelas 2 yang kondisi plafonnya tampak melengkung.

Kemudian, setelah dilakukan pengecekan kondisi serupa juga terjadi di ruang kelas lain.

“Atap melengkung karena kayu peyangga plafon sudah rapuh dimakan rayap.

Selain dua ruang kelas di sampingnya, plafon ruang guru di sekolah juga mulai melengkung.

Atas kondisi itu, kami langsung melaporkan ke aparat desa serta Korwil pengawas sekolah Kecamatan Bringin, dan sudah dilakukan peninjauan,” katanya

Pihaknya mengungkapkan,  sampai sejauh ini beberapa eternit ruang kelas sudah ambrol.

Sementara, tidak ada KBM tatap muka di sekolah plafon ruang kelas yang melengkung ditopang memakai batang bambu.

Meski demikian lanjutnya, ruangan kelas terkadang masih digunakan guru kelas memberikan materi pembelajaran secara daring.

Para guru berharap dinas terkait segera melakukan perbaikan sebelum kegiatan  belajar tatap muka di sekolah dimulai kembali.

“Karena ampir enam bulan terakhir kondisinya sudah rusak dan rencananya bakal diperbaiki pada tahun ini. Tapi kami berharap secepatnya bisa terlaksana dan rampung sebelum murid diperbolehkan kembali sekolah,” ujarnya

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved