OJK Sebut Perbankan Siap Salurkan Kredit dengan Suku Bunga Lebih Murah

Suku bunga kredit perbankan menunjukkan tren penurunan. Hal itu menunjukkan perbankan siap menyalurkan kredit dengan suku bunga lebih murah.

Editor: Vito
(KOMPAS.com/BAMBANG P. JATMIKO)
Logo OJK 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan industri perbankan siap menyalurkan kredit dengan suku bunga yang lebih murah pada 2021.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso mengatakan, kesiapan itu ditandai dengan adanya tren penurunan suku bunga kredit. 

Menurut dia, penurunan suku bunga kredit diperlukan untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan membantu sektor usaha agar tetap dapat bertahan dan mulai melakukan ekspansi usaha di tengah pandemi covid-19.

"Suku bunga kredit konsisten memperlihatkan tren penurunan di semua jenis penggunaan kredit, menunjukkan bahwa perbankan berupaya meningkatkan volume penyaluran kredit dengan suku bunga yang lebih murah," katanya, dikutip dari Instagram resmi OJK, Selasa (2/2).

Berdasarkan data OJK, suku bunga kredit di semua jenis mulai mengalami tren penurunan jika dilihat pada posisi Desember 2020. Rinciannya, suku bunga kredit (SBK) modal kerja turun 88 bps menjadi 8,88 persen, SBK investasi turun 102 bps menjadi 9,21 persen, dan SBK konsumsi turun 65 bps menjadi 10,97 persen.

Tak hanya itu, Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) pada semua segmen kredit juga telah berada pada level single digit, yaitu SBDK ritel 8,88 persen atau turun 84,2 bps, SBDK korporasi 8,75 persen atau turun 79,9 bps, dan SBDK KPR 8,36 persen atau turun 73,1 bps.

Sementara itu, SBDK non-KPR 8,69 persen atau turun 56,3 bps, serta SBDK Mikro 7,33 persen atau turun 49 bps. Hal itu didorong penurunan harga pokok dana seiring dengan penurunan suku bunga acuan, dan juga penurunan biaya overhead.

"Hal ini juga mencerminkan perbankan masih memiliki upaya untuk meningkatkan volume penyaluran kredit dengan suku bunga yang lebih murah," papar Wimboh.

Dari sisi perbankan, menurut dia, transparansi suku bunga menjadi competitive advantage persaingan yang menjadi daya tarik nasabah. Pasalnya, pertimbangan konsumen memilih bank bukan hanya dari suku bunga, tapi juga layanannya.

"Setiap bank memiliki kondisi dan struktur yang berbeda. Konsumen mempertimbangkan aspek layanan dan komunikasi yang baik antara bank dengan nasabahnya, tidak hanya pertimbangan suku bunga," tandasnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) juga memproyeksi suku bunga kredit perbankan ke depan masih berpotensi terus turun. Gubernur BI, Perry Warjiyo menjelaskan, sinyal itu sudah bisa ditangkap dari kondisi likuiditas perbankan yang saat ini masih longgar.

Selain itu, tingkat bunga acuan BI 7-day reverse repo rate (7DRR) juga masih rendah, yakni di level 3,75 persen. Saat ini, rata-rata suku bunga kredit bank ada di level 9,67 persen. Posisi itu sudah turun 8 basis poin (bps) dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Terbuka

Beberapa bankir membenarkan, ruang penurunan bunga kredit sangat terbuka, meskipun sepanjang 2020 lalu mayoritas bank sudah menurunkan bunga kredit cukup besar.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved