Breaking News:

Berita Nasional

AHY Jangan Lebay! Kata Max Sopacua

Sementara itu mantan anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Max Sopacua Max membantah ada upaya kudeta di Partai Demokrat.

TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Agus Harimurti Yudhoyono saat berorasi di hadapan ribuan partisipan Partai Demokrat di GPU Kajen Kabupaten Pekalongan, Selasa (2/4/2019) sore. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Tak hanya Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, beberapa menteri dan pejabat kabinet lain turut disebut terkait upaya kudeta pada Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD merupakan satu di antaranya.

Nama Mahfud disebut oleh politikus Demokrat, Rachland Nashidik. Ia mengungkapkan Moeldoko --yang ingin menggulingkan AHY-- mencatut nama Mahfud MD, Menkumham Yasonna Laoly, dan 'Pak Lurah' untuk menggalang kekuatan di Demokrat.

Bakamla Bersyukur Dapat Dukungan Senjata, Menyusul Aturan Coast Guard China Dipersenjatai

Dedi Mulyadi Tengok Pengamen Ditusuk Oknum Satpol PP, Luka 6 Jahitan: Biaya RS Biar Saya Urus

Fakta Baru Polisi Disenggol Angkot Kepala Nyaris Terlindas, Begini Kondisinya

Angkut Rokok Ilegal, Mobil Angkutan Penumpang ‎Disita Bea Cukai Kudus

"Tapi dia menyebut Kepala BIN, Kapolri, Menkumham, dan Menko Polhukam @mohmahfudmd, bahkan "Pak Lurah" merestui. Para pejabat negara itu perlu juga angkat bicara. Apa iya ini semua tanpa restu 'Pak Lurah'?" ucap Rachland.

Merespons cuitan itu, Mahfud mengaku terkejut dengan kabar itu dan menyebut isu kudeta yang mencatut nama beberapa pejabat Jokowi itu sebagai isu aneh.

"Ada isu aneh, dikabarkan beberapa menteri, termasuk Menkopolhukam Mahfud MD, merestui Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengambil alih Partai Demokrat dari AHY melalui KLB.

Wah, mengagetkan, yakinlah saya tak pernah berbicara itu dengan Pak Moeldoko maupun dengan orang lain. Terpikir saja tidak, apalagi merestui," ucap Mahfud melalui Twitter, Selasa (2/2).

Menurut eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu, di era demokrasi yang sangat terbuka dan dikontrol oleh masyarakat seperti sekarang ini, sulit dipercaya kepemimpinan partai, apalagi partai besar seperti Demokrat bisa dikudeta seperti itu.

"Jabatan Menko tentu tak bisa digunakan dan pasti tidak laku untuk memberi restu. Yang penting internal PD sendiri solid," tutup Mahfud.

Sementara itu mantan anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Max Sopacua Max membantah ada upaya kudeta di Partai Demokrat.

Halaman
123
Editor: M Syofri Kurniawan
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved